Di antara kesalahan yang sering terjadi dalam memahami agama adalah anggapan bahwa seseorang harus meninggalkan seluruh urusan dunia untuk menjadi hamba yang saleh. Padahal, Islam tidak memerintahkan manusia untuk meninggalkan dunia secara total. Yang diperintahkan adalah meninggalkan dosa dan maksiat.
Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan sebuah kaidah yang sangat indah dalam kitab Al-Fawāid. Beliau berkata:
لا يؤمر الناس بترك الدنيا، فإنهم لا يقدرون على تركها، لكن يؤمر الناس بترك الذنوب،
فترك الدنيا فضيلة، وترك الذنوب فريضة.
فإن صعب عليهم ترك الذنوب، حبب إليهم ربهم بذكر إنعامه وإحسانه وصفات كماله
فإذا تعلقت القلوب بالله، هان عليها ترك الذنوب.
“Manusia tidak diperintahkan untuk meninggalkan dunia, karena mereka tidak akan mampu meninggalkannya. Akan tetapi, manusia diperintahkan untuk meninggalkan dosa. Meninggalkan dunia adalah suatu keutamaan, sedangkan meninggalkan dosa adalah kewajiban. Jika meninggalkan dosa terasa sulit bagi mereka, maka jadikanlah mereka mencintai Rabb mereka dengan mengingatkan nikmat-nikmat-Nya, kebaikan-kebaikan-Nya, dan sifat-sifat-Nya yang sempurna. Karena apabila hati telah bergantung kepada Allah, maka akan mudah baginya meninggalkan dosa.” (Al-Fawāid, hlm. 247)
BACA JUGA: Memperbanyak Dzikir Memudahkan Hati dalam Beribadah
Perkataan Ibnul Qayyim ini mengandung pelajaran yang sangat dalam. Sering kali seseorang berusaha meninggalkan maksiat hanya dengan mengandalkan kekuatan tekad. Namun, tekad semata sering kali tidak cukup. Hati manusia membutuhkan sesuatu yang lebih kuat, yaitu rasa cinta kepada Allah.
Semakin seorang hamba mengenal Allah, semakin ia mengingat nikmat-Nya yang tidak terhitung, semakin ia merenungkan kasih sayang dan kebaikan-Nya, serta semakin ia memahami kesempurnaan nama dan sifat-Nya, maka cinta kepada Allah akan tumbuh di dalam hatinya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. Ibrahim: 34)
Hati yang dipenuhi cinta kepada Allah akan merasakan bahwa dosa adalah sesuatu yang menghalangi kedekatannya dengan Rabbnya. Karena itu, meninggalkan maksiat tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan menjadi kebutuhan.
BACA JUGA: Doa Memohon Keteguhan Hati
Ibarat seseorang yang sangat mencintai orang lain, ia akan berusaha menjauhi segala hal yang dapat membuat orang yang dicintainya murka. Demikian pula seorang mukmin. Ketika cintanya kepada Allah semakin besar, maka keinginan untuk bermaksiat akan semakin lemah.
Oleh sebab itu, cara terbaik untuk membantu diri sendiri dan orang lain meninggalkan dosa bukan hanya dengan menakut-nakuti dengan ancaman siksa, tetapi juga dengan menumbuhkan cinta kepada Allah; mengingat nikmat-nikmat-Nya, merenungi ayat-ayat-Nya, mengenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya, serta memperbanyak dzikir kepada-Nya.
Apabila hati telah bergantung kepada Allah, maka dunia tidak lagi menguasainya, syahwat menjadi lemah, dan meninggalkan dosa pun menjadi lebih mudah.
Semoga Allah menjadikan hati kita selalu bergantung kepada-Nya dan memudahkan kita untuk menjauhi segala bentuk maksiat. Aamiin. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

