Home NasihatKelalaian Orang-orang yang Beribadah

Kelalaian Orang-orang yang Beribadah

Orang yang lalai tidak menyadari bahwa beberapa syariat yang pernah dijalankan umat-umat terdahulu telah dihapus dan diganti.

by Abu Umar
0 comments 13 views

Perkara yang paling aneh adalah apabila seseorang mengaku telah mencapai makrifat, padahal kenyataannya ia sangat jauh darinya. Demi Allah, seseorang tidak akan pernah sampai kepada makrifat kecuali orang yang benar-benar takut kepada Allah. Adapun orang yang hidup tenang-tenang saja tanpa rasa takut kepada-Nya, maka ia bukanlah ahli makrifat.

Ada sebagian orang yang berpura-pura zuhud, mengaku sebagai wali yang dicintai Allah dan doanya selalu dikabulkan. Mungkin ia memperoleh semacam taufik atau keberuntungan, tetapi ia mengira hal itu sebagai karamah. Padahal, ia lupa bahwa hal tersebut bisa jadi merupakan istidraj, yaitu pemberian nikmat secara terus-menerus agar orang yang menerimanya semakin terlena dengannya.

BACA JUGA:  Nikmat Berupa Ibadah

Mungkin pula ia merendahkan orang lain dan mengira dirinya telah mencapai tingkat kesadaran yang tinggi. Ia tertipu oleh shalatnya yang hanya berisi rakaat-rakaat pendek atau ibadah lainnya yang membuat dirinya sendiri merasa lelah. Bahkan, ia menganggap dirinya mulia karena memiliki berbagai kelebihan.

Sepertinya orang seperti itu tidak mengetahui bahwa meskipun Nabi Musa diajak berbicara langsung oleh Allah, beliau tetap didampingi oleh Yusya’ sebagai seorang nabi. Meskipun Nabi Zakaria sangat mustajab doanya, beliau tetap dibunuh dengan gergaji. Nabi Yahya diberi gelar “Sayyid” (tuan), tetapi beliau pun mengalami akhir kehidupan yang mengenaskan. Adapun Balam bin Ba’urah, yang dahulu pernah dimuliakan oleh Bani Israil, akhirnya justru menjadi hina.

Orang yang lalai tidak menyadari bahwa beberapa syariat yang pernah dijalankan umat-umat terdahulu telah dihapus dan diganti. Ia juga seharusnya memahami bahwa banyak tubuh yang tadinya sehat dan sempurna, tiba-tiba jatuh sakit karena penyakit dan musibah. Hendaknya ia mengetahui pula bahwa banyak orang yang kini mencapai derajat yang tinggi, padahal pada masa mudanya pernah bergelimang dalam berbagai dosa besar.

BACA JUGA:  Keinginan dalam Diri Manusia

Berhati-hatilah. Jangan sekali-kali mencoba membangkang perintah Allah ﷻ. Teruslah sadar dan waspada terhadap berbagai gangguan dan cobaan. Teruslah mempertahankan ketaatan kepada-Nya, sekecil apa pun bentuknya. Teruslah merasa khawatir jangan sampai jiwa ini terjatuh ke dalam perkara-perkara yang tidak diridhai-Nya.

Takdir tetap menjadi rahasia Allah. Barang siapa menyadari dan merenungkan apa yang saya isyaratkan ini, niscaya ia akan mengusir sifat ujub dan kesombongan dari dalam dirinya. []

Sumber: Shaidul Khatir, Cara Manusia Cerdas Menang dalam Hidup, karya Imam Ibnu Al Jauzi, Penerbit Maghfirah Pustaka, Cetakan Juni 2022

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119