Home Nasihat UlamaSifat Hasad

Sifat Hasad

Boleh jadi kita iri terhadap nikmat yang dimiliki seseorang, padahal kita tidak mengetahui ujian yang ia hadapi.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Setiap manusia bisa diuji dengan berbagai penyakit hati. Salah satunya adalah hasad—rasa tidak suka ketika melihat orang lain mendapatkan nikmat, bahkan terkadang berharap nikmat tersebut hilang dari dirinya.

Hasad bisa muncul dalam berbagai bentuk.

Kita melihat seseorang mendapatkan rezeki lebih banyak, lalu hati merasa tidak nyaman. Melihat teman memperoleh keberhasilan, hati menjadi gelisah. Melihat orang lain dipuji, kita merasa ingin merendahkannya.

Padahal, nikmat yang diterima orang lain tidak pernah mengurangi jatah yang Allah berikan kepada kita.

BACA JUGA:  Hasad Saudara-saudara Yusuf

Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Tidak ada orang yang selamat dari sifat hasad. Namun, orang yang mulia akan menyembunyikannya, sedangkan orang yang hina akan menampakkan sifat tersebut.”

Perkataan ini bukan berarti hasad boleh dibiarkan. Justru ia mengingatkan bahwa manusia mungkin saja merasakan sesuatu dalam hatinya yang tidak ia sukai. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana ia menyikapi perasaan tersebut.

Ketika muncul rasa iri, seorang Muslim hendaknya segera melawannya.

Jangan biarkan rasa itu berkembang menjadi kebencian. Jangan sampai ia berubah menjadi ghibah, fitnah, meremehkan orang lain, atau bahkan berusaha menjatuhkan orang yang mendapatkan nikmat.

Sebab hasad pada hakikatnya adalah penyakit yang dapat merusak hati pemiliknya sendiri.

Allah Ta’ala mengajarkan kita untuk berlindung dari keburukan orang yang hasad. Allah berfirman, “Dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.” (QS. Al-Falaq: 5).

Lalu bagaimana jika kita melihat orang lain mendapatkan nikmat?

Belajarlah untuk mengatakan dalam hati: “Masya Allah, semoga Allah memberkahinya.”

Jika kita menginginkan sesuatu yang serupa, mintalah kepada Allah tanpa berharap nikmat orang lain hilang.

Inilah perbedaan antara hasad dan ghibthah. Hasad menginginkan hilangnya nikmat dari orang lain, sedangkan ghibthah adalah keinginan memperoleh kebaikan yang serupa tanpa berharap nikmat tersebut hilang dari orang lain.

Misalnya, kita melihat seseorang rajin membaca Al-Qur’an lalu berkata dalam hati, “Semoga aku juga bisa serajin dia.” Itu bukan hasad. Justru kita terdorong untuk melakukan kebaikan yang sama.

Kita melihat seseorang gemar bersedekah, lalu berharap dapat memiliki kemampuan untuk bersedekah sebanyak itu. Kita melihat seseorang memiliki ilmu yang bermanfaat, lalu terdorong untuk belajar.

Bukan nikmat orang lain yang perlu kita benci. Yang perlu kita perbaiki adalah diri kita sendiri.

Saudaraku, jangan habiskan energi dengan menghitung apa yang dimiliki orang lain.

Allah memberikan rezeki kepada setiap hamba dengan hikmah-Nya. Ada yang diberi banyak harta, ada yang diberi ilmu, ada yang diberi kesehatan, ada yang diberi keluarga yang baik, dan ada pula yang diberi ketenangan hati.

Boleh jadi kita iri terhadap nikmat yang dimiliki seseorang, padahal kita tidak mengetahui ujian yang ia hadapi.

BACA JUGA:  Hasad yang Menderitakan

Maka ketika hati mulai terusik melihat keberhasilan orang lain, segera periksa hati kita.

Apakah kita sedang bersyukur atas nikmat Allah, atau justru sibuk membandingkan kehidupan kita dengan kehidupan orang lain?

Jika rasa hasad mulai muncul, lawan dengan doa.

Puji Allah atas nikmat yang diberikan kepada orang tersebut. Mintalah keberkahan untuknya. Kemudian mintalah kepada Allah agar Dia memberikan kepada kita kebaikan yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Sebab hati yang sehat tidak sibuk berharap nikmat orang lain hilang.

Hati yang sehat sibuk memohon kepada Allah agar dirinya diberi keberkahan, kebaikan, dan keridaan-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119