Rasulullah Muhammad ﷺ memberikan kabar gembira yang sangat besar kepada setiap muslim yang berusaha memperbaiki kualitas keislamannya. Dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda,
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَكُلُّ سَيِّئَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِمِثْلِهَا
“Apabila salah seorang dari kalian memperbagus keislamannya, maka setiap kebaikan yang ia kerjakan akan ditulis baginya sepuluh (kebaikan) yang serupa hingga tujuh ratus kali lipat, dan setiap satu keburukan yang dikerjakan, akan ditulis satu keburukan saja yang serupa dengannya.” (HR. Al-Bukhari no. 42)
BACA JUGA: Hadist: Hak Jalan yang Sering Dilupakan
Hadits ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan karunia Allah kepada hamba-Nya. Satu amal kebaikan tidak hanya dihitung satu, tetapi minimal sepuluh kali lipat. Bahkan, apabila amal tersebut dilakukan dengan keikhlasan, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, serta pada waktu dan keadaan yang mulia, pahalanya dapat dilipatgandakan hingga tujuh ratus kali, bahkan lebih sesuai kehendak Allah.
Namun, Rasulullah ﷺ mengaitkan keutamaan tersebut dengan satu syarat penting, yaitu memperbagus keislaman. Para ulama menjelaskan bahwa maksudnya adalah menjalankan Islam dengan sungguh-sungguh. Seseorang berusaha mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah, mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, menjauhi perbuatan syirik, bid’ah, dan maksiat, serta memperbaiki akhlaknya kepada sesama manusia.
Semakin baik kualitas keislaman seseorang, semakin besar pula nilai amalnya di sisi Allah. Dua orang dapat mengerjakan amalan yang sama, tetapi pahala yang diterima bisa sangat berbeda karena keikhlasan, ketakwaan, dan kesempurnaan dalam menjalankan syariat tidaklah sama.
BACA JUGA: Hadist: Jangan Jadi Tukang Laknat
Menariknya, hadits ini juga menunjukkan besarnya kasih sayang Allah dalam menghitung dosa. Jika kebaikan dilipatgandakan berkali-kali, maka keburukan hanya dicatat satu kali sesuai kadarnya. Bahkan dalam banyak dalil lain dijelaskan bahwa apabila seseorang meninggalkan maksiat karena takut kepada Allah atau segera bertaubat setelah berbuat dosa, Allah dapat menghapus bahkan menggantinya dengan kebaikan.
Karena itu, jangan pernah merasa sia-sia ketika melakukan amal saleh, meskipun terlihat kecil. Senyum kepada saudara, membantu orang lain, membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, atau menjaga lisan, semuanya dapat menjadi investasi pahala yang berlipat ganda apabila dilakukan dengan niat yang benar. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

