Home HadistHadist: Jauhi Jalan Mereka!

Hadist: Jauhi Jalan Mereka!

Ukuran benar dan salah sering kali bukan lagi Al-Qur'an dan Sunnah, tetapi tren, kebiasaan masyarakat, atau tokoh yang diidolakan.

by Abu Umar
0 comments 145 views

Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki jati diri yang kokoh dan berpegang teguh kepada petunjuk Allah Ta’ala serta sunnah Rasulullah ﷺ. Seorang muslim tidak diperintahkan untuk mengikuti setiap kebiasaan, pemikiran, atau gaya hidup yang berkembang di tengah manusia. Sebaliknya, ia dituntut untuk menimbang segala sesuatu dengan timbangan syariat.

Rasulullah ﷺ telah mengabarkan sebuah peringatan yang sangat penting bagi umat ini. Beliau bersabda:

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ

قُلْنَا: يَا رَسُولَ اللهِ، الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى؟ قَالَ: فَمَنْ؟

“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti cara/jalan orang-orang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai bila mereka masuk ke liang dhabb (sejenis biawak padang pasir), niscaya kalian akan mengikuti mereka.”

Kami berkata, “Wahai Rasulullah, apakah mereka itu orang-orang Yahudi dan Nasrani?”

Beliau menjawab,

“Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

BACA JUGA:  Hadist: Balasan Sesuai Amalan

Hadits yang agung ini merupakan salah satu mukjizat kenabian Rasulullah ﷺ. Beliau mengabarkan bahwa akan ada sebagian umat Islam yang begitu terpengaruh oleh umat-umat terdahulu hingga mengikuti mereka dalam berbagai kebiasaan, pola pikir, dan perbuatan yang menyelisihi petunjuk syariat.

Penyebutan “sejengkal demi sejengkal” dan “sehasta demi sehasta” menunjukkan betapa rinci dan dekatnya bentuk penyerupaan tersebut. Bahkan Rasulullah ﷺ menggambarkannya dengan perumpamaan yang sangat kuat, yaitu jika mereka masuk ke liang dhabb yang sempit dan berbahaya sekalipun, sebagian umat ini tetap akan mengikutinya.

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan:

“Penyebutan lafaz jengkal, hasta, dan liang dhabb adalah sebagai kiasan tentang kuatnya penyerupaan umat ini terhadap Yahudi dan Nasrani. Penyerupaan di sini dalam hal kemaksiatan dan pelanggaran-pelanggaran syar’i, bukan dalam hal kekafiran.”

📚 Syarh Shahih Muslim (16/436)

Penjelasan ini menunjukkan bahwa bahaya yang diperingatkan dalam hadits bukan berarti setiap orang yang menyerupai mereka langsung menjadi kafir. Akan tetapi yang dimaksud adalah mengikuti mereka dalam berbagai penyimpangan, kemaksiatan, kebiasaan buruk, serta sikap yang bertentangan dengan ajaran Islam.

BACA JUGA: Hadist: Orang-Orang yang Enggan Masuk Surga

Realitas yang kita saksikan pada zaman ini semakin menunjukkan kebenaran sabda Rasulullah ﷺ. Banyak manusia yang merasa bangga ketika meniru budaya yang menyelisihi syariat, sementara mereka justru merasa asing terhadap ajaran agamanya sendiri. Ukuran benar dan salah sering kali bukan lagi Al-Qur’an dan Sunnah, tetapi tren, kebiasaan masyarakat, atau tokoh yang diidolakan.

Karena itu, seorang muslim hendaknya senantiasa menjaga identitas keislamannya. Kemuliaan bukanlah dengan mengikuti jalan orang-orang yang menyimpang dari petunjuk Allah, tetapi dengan berpegang teguh kepada Al-Qur’an dan Sunnah sesuai pemahaman para sahabat dan generasi salaf yang saleh.

Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dari fitnah penyerupaan terhadap orang-orang yang menyelisihi petunjuk-Nya, mengokohkan hati kita di atas kebenaran, dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang istiqamah hingga akhir hayat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119