Home Tanya JawabDi Manakah Surga Berada?

Di Manakah Surga Berada?

Pertanyaan tentang di manakah surga berada muncul karena manusia berusaha mengukur perkara gaib dengan ukuran akalnya yang terbatas.

by Abu Umar
0 comments 4 views

Pertanyaan: Jika surga luasnya seluas langit dan bumi, lalu di manakah letak surga? Bukankah alam semesta ini sudah dipenuhi oleh langit dan bumi?

Jawaban:

Sebelum menjawab pertanyaan ini, ada satu kaidah penting yang harus dipahami oleh setiap muslim.

Segala sesuatu yang datang dalam Al-Qur’an dan hadis sahih dari Rasulullah ﷺ adalah kebenaran yang pasti. Tidak mungkin ada pertentangan di antara keduanya, karena keduanya berasal dari Allah Yang Mahabenar.

Apa yang diberitakan oleh Al-Qur’an dan As-Sunnah wajib diterima dengan penuh keimanan, sekalipun akal manusia belum mampu menjangkau hakikatnya secara sempurna.

Allah Ta’ala berfirman tentang luasnya surga,

وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“…dan surga yang luasnya seperti luas langit dan bumi.” (QS. Al-Hadid: 21)

Dalam ayat lain Allah berfirman,

وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ

“…dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi.” (QS. Ali ‘Imran: 133)

BACA JUGA:  Bagaimana Terjadinya Hisab pada Hari Kiamat?

Kedua ayat ini adalah kebenaran yang tidak mengandung keraguan sedikit pun.

Pertanyaan Serupa Pernah Diajukan kepada Rasulullah ﷺ

Diriwayatkan bahwa seorang Yahudi pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ,

“Jika surga luasnya seluas langit dan bumi, lalu di manakah neraka berada?”

Rasulullah ﷺ menjawab dengan sebuah pertanyaan yang sangat sederhana namun mendalam,

“Jika malam telah datang, lalu di manakah siang berada?”

Jawaban ini menunjukkan bahwa keterbatasan akal manusia tidak dapat dijadikan ukuran untuk menolak berita yang datang dari wahyu.

Sebagaimana siang dan malam silih berganti sesuai ketetapan Allah, demikian pula keberadaan surga dan neraka berada dalam ilmu dan kekuasaan Allah, meskipun manusia tidak mampu membayangkan bagaimana hakikatnya.

Alam Ciptaan Allah Jauh Lebih Luas daripada yang Kita Ketahui

Anggapan bahwa seluruh ciptaan Allah hanyalah langit dan bumi merupakan anggapan yang tidak tepat.

Rasulullah ﷺ sendiri pernah berdoa setelah bangkit dari rukuk,

مِلْءَ السَّمَاوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

“Sepenuh langit, sepenuh bumi, dan sepenuh apa saja yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Doa ini menunjukkan bahwa masih ada makhluk-makhluk Allah yang lain selain langit dan bumi.

Kita mengetahui adanya ‘Arsy, Kursi, surga, neraka, dan berbagai alam gaib lainnya karena Allah sendiri yang mengabarkannya melalui wahyu.

Adapun hakikat dan keluasan seluruh ciptaan tersebut tidak ada yang mengetahuinya secara sempurna selain Allah Ta’ala.

Allah Bersemayam di Atas ‘Arsy

Di antara makhluk Allah yang paling agung adalah ‘Arsy. ‘Arsy merupakan makhluk terbesar dan paling tinggi.

Allah Ta’ala bersemayam di atas ‘Arsy sesuai dengan keagungan dan kebesaran-Nya, sebagaimana yang layak bagi-Nya, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk, tanpa membahas bagaimana hakikatnya (bilā kaif), tanpa menolak, dan tanpa menakwilkannya dari makna yang benar.

Inilah akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam menetapkan sifat-sifat Allah.

BACA JUGA:

Kesimpulan

Pertanyaan tentang di manakah surga berada muncul karena manusia berusaha mengukur perkara gaib dengan ukuran akalnya yang terbatas.

Padahal, Allah telah mengabarkan bahwa surga memiliki keluasan yang luar biasa, bahkan seluas langit dan bumi. Rasulullah ﷺ juga telah memberikan jawaban yang menunjukkan bahwa alam ciptaan Allah jauh melampaui apa yang dapat dijangkau oleh pikiran manusia.

Karena itu, kewajiban seorang mukmin adalah membenarkan seluruh berita yang datang dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Kita meyakini bahwa surga benar-benar ada, luasnya sebagaimana yang Allah kabarkan, dan letaknya berada dalam alam gaib yang hanya diketahui secara sempurna oleh Allah Ta’ala.

Sebagaimana ditegaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah dalam Majmu’ Fatawa (2/50), keberadaan surga tidak bertentangan dengan luasnya langit dan bumi, karena Allah memiliki ciptaan-ciptaan lain yang tidak diketahui oleh manusia, dan kekuasaan Allah meliputi segala sesuatu.

(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 2/50) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119