Home KajianSyirik, Dosa Paling Besar yang Tidak Boleh Diremehkah

Syirik, Dosa Paling Besar yang Tidak Boleh Diremehkah

Batu, pohon, kuburan, orang saleh, syaikh, nabi, bulan, matahari, maupun makhluk lainnya hanyalah contoh. Semuanya adalah makhluk Allah yang sama sekali tidak berhak disembah.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Matan

Syirik adalah menjadikan sesuatu sebagai tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu. Seseorang menyembah selain Allah bersama-Nya, baik berupa batu, manusia, matahari, bulan, nabi, syaikh, jin, bintang, malaikat, maupun makhluk lainnya.

Syarah

Semua yang disebutkan di atas adalah makhluk Allah. Tidak ada satu pun di antara mereka yang pantas disamakan dengan Sang Pencipta. Makhluk tidak layak diberi salah satu sifat khusus yang hanya menjadi hak Allah, apalagi dijadikan sebagai tandingan bagi-Nya.

Bagaimana mungkin makhluk yang diciptakan dari tanah disamakan dengan Rabb seluruh alam semesta, Pemilik segala sesuatu? Bagaimana mungkin makhluk yang lemah, fakir, penuh kekurangan, dan selalu membutuhkan, disamakan dengan Allah Yang Mahakaya, Mahakuasa, dan Mahasempurna?

BACA JUGA:  Kenalilah Dosa-dosa Besar (al-Kabair)

Karena itu, menyamakan selain Allah dengan Allah adalah puncak kezaliman dan dosa yang paling besar.

Perhatikan sabda Nabi ﷺ yang dikutip dalam matan:

“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.”

Kalimat ini menunjukkan betapa buruknya perbuatan syirik. Allah-lah yang menciptakan manusia dari ketiadaan, memberi mereka kehidupan, rezeki, kesehatan, serta berbagai nikmat. Namun, setelah itu mereka justru memalingkan ibadah kepada selain-Nya. Mereka berdoa, memohon pertolongan, menyembelih, bernazar, dan menghambakan diri kepada makhluk, bukan kepada Rabb yang telah menciptakan mereka.

Inilah kezaliman yang paling besar.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَندَادًا وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

“…Maka janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 22)

Maksudnya, kalian mengetahui bahwa tidak ada pencipta selain Allah. Kalian mengetahui bahwa hanya Allah yang menciptakan, memberi rezeki, dan mengatur seluruh alam. Oleh karena itu, janganlah menjadikan sekutu bagi-Nya dalam ibadah.

Allah juga berfirman,

وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Dan Aku adalah Rabbmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya’: 92)

Artinya, hanya Allah yang memiliki rububiyah, hanya Dia yang menciptakan dan mengadakan seluruh makhluk. Karena itu, hanya kepada-Nya seluruh bentuk ibadah harus dipersembahkan dengan penuh keikhlasan.

BACA JUGA:   Dosa Besar: Menyekutukan Allah

Maka makna sabda Nabi ﷺ,

“Engkau menjadikan tandingan bagi Allah, padahal Dialah yang telah menciptakanmu.”

adalah bahwa Allah semata yang menciptakan manusia dari ketiadaan. Namun, setelah itu manusia justru menjadikan tandingan dan sekutu bagi-Nya.

Batu, pohon, kuburan, orang saleh, syaikh, nabi, bulan, matahari, maupun makhluk lainnya hanyalah contoh. Semuanya adalah makhluk Allah yang sama sekali tidak berhak disembah.

Ibadah hanyalah hak Allah Yang Mahaagung lagi Mahatinggi. []

ReferensI: Syarhu Kitabul Kabäir wa Tabyinil Maharim (Dosa-Dosa Besar) / Penulis: Imam adz-Dzahabi / Penerbit: Pustaka Imam Syafi’i / Cetakan Pertama: Sya’ban 1446 H/Februari 2025 M

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119