Tepat pada bulan ketiga, mereka tiba di Basra, tidak jauh dari Syam. Sebuah perayaan besar sedang berlangsung. Barang dagangan digelar oleh para musafir di atas permadani. Muhammad melepas lelah di bawah pohon besar, tidak jauh dari kuil seorang rahib.
Tanpa sepengetahuan Muhammad, Nasthūrā, seorang pendeta, mengamati gerak-gerik Muhammad. Ia kemudian menghampiri Maisarah.
“Siapa yang berteduh di bawah pohon itu?” tanya Nasthūrā.
“Orang Quraisy dari Makkah,” jawab Maisarah.
BACA JUGA: Muhammad Berdagang
“Tidak seorang pun berteduh di bawah pohon itu, melainkan dia seorang nabi,” kata Nasthūrā.
Maisarah tercengang mendengarnya. Belum habis rasa terkejut Maisarah, Nasthūrā kembali mengulanginya.
“Ia adalah nabi terakhir.”
BACA JUGA: Muhammad ﷺ Jatuh
Perasaan Maisarah campur aduk: gembira, senang, terkejut, dan gelisah. Sebuah rahasia besar berada di genggamannya. Ia merasa beruntung dapat mendampingi seorang pemuda yang kelak akan menjadi nabi. []
Sumber: The Great Story of Muhammad ﷺ : Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

