Home SirahAminah Wafat

Aminah Wafat

Muhammad, di usianya yang baru genap enam tahun, menjadi seorang yatim piatu, tiada berayah-ibu.

by Abu Umar
0 comments 163 views

Aminah gembira dengan kepulangan Muhammad. Hari-harinya disibukkan dengan merigajak main anak tercintanya itu. Kerinduannya yang lama terpendam akhirnya telah tertuntaskan. Kasih sayangnya ia tumpahkan kepada anak satu-satunya itu.

Setiap kali menatap wajah Muhammad, ia teringat dengan mendiang suaminya. Abdullah, yang meninggal saat Muhammad masih di dalam kandungan. Jika mengingat itu, gurat kesedihan tampak di wajah Aminah. Aminah memang tidak dapat melupakan suaminya. Rasa rindunya terus meluap-luap jika mengingat kebersamaan mereka yang begitu singkat.

Suatu hari, untuk mengobati kerinduannya itu. Aminah pergi ke Yatsrib (Madinah), mengunjungi makam Abdullah. la mengajak Muhammad yang masih berusia enam tahun dan mertuanya Abdul Muthallib. Ummu Aimån, pembantu setia Aminah, juga ikut serta.

BACA JUGA:  Bayi Muhammad, Berkah bagi Keluarga Halimah

Jarak yang mereka harus tempuh begitu jauh, sekitar 400 km. Namun, Aminah tak peduli. la ingin bertemu dengan Abdullah, meski dalam bentuk makamnya saja. Rasa rindunya yang membara tak mampu dikalahkan terjangan angin padang pasir yang kencang dan debu-debu yang beterbangan. Terik matahari yang menyengat justru kian membuat api rindunya semakin berkobar.

Setelah melalui perjalanan yang melelah kan. Aminah dan rombongan sampai juga di Yatsrib. la ajak Muhammad kecil ke makam ayahnya. Aminah begitu terharu saat me nyaksikan Muhammad mendekati kuburan Abdullah. Muhammad hanya dapat melihat gundukan tanah dan batu nisan, bukan wajah ayahnya.

Muhammad tidak pernah melihat sosok ayahnya tercinta, sepanjang hidupnya. Aminah tak kuasa menahan haru. Andai ayahmu masih hidup, begitu gumam Aminah dalam hati, beliau pasti akan menyayangimu, Muhammad. Air mata mengalir di pipinya. la tersedu sedan.

Satu bulan sudah Aminah dan keluarganya tinggal di Yatsrib, la pun mengajak Muhammad dan Abdul Muthallib kembali ke Makkah. Belum juga mereka sampai di Makkah, rasa sakit mendera Aminah. Suhu tubuhnya panas, kian lama semakin meninggi. Kepalanya pusing. Keringat mengucur dari pori-pori kulit Ami nah. Badannya menggigil. Aminah demam. Abdul Muthallib cemas melihat kondisi Aminah, begitu juga Muhammad.

Rasa sakit Aminah kian tak tertahankan. Maut semakin dekat. Detik-detik akhir ke-hidupan Aminah di ambang pintu. Abdul Muthallib. Ummu Aiman, dan Muhammad kecil hanya bisa menatap pastah. Mereka tak berdaya menghalangi togas malaikat maut yang hendak mengam-bil nyawa Aminah. Hingga akhirnya Aminah wafat di Abwa, sebuah daerah antara Makkah dan Madinah. Abdul Muthallib menangis sedih. Ummu Aiman juga demikian. Muhammad kecil pun larut dalam kesedihan serupa.

Kabut duka berarak menyelimuti mereka. Setelah kerinduannya tertuntaskan dengan mengunjungi makam suaminya, Aminah Rabi akhirnya meninggal. Muhammad, di usianya yang baru genap enam tahun, menjadi seorang yatim piatu, tiada berayah-ibu.

BACA JUGA:  Nabi Muhammad dan Ibunda, Aminah

Tak ada lagi belaian tangan seorang ibu yang lembut. Tak ada lagi senandung syair yang sering dilantunkan ibunya. Tak ada lagi seorang ibu yang mengajaknya bermain, mendongenginya sebelum tidur. Semua tinggal kenangan. “Abdul Muthallib memeluk Muhammad erat-erat. Dekapan iba sekaligus rasa sayang seorang kakek kepada cucunya.” (Ibnul Jauzi, diriwayatkan Muhammad bin Sa’ad)

Jasad Aminah dimakamkan di Abwä”. Abdul Muthallib dan Muhammad masih terlihat sedih. Mereka tak ingin meninggalkan Aminah sendirian.

Akan tetapi, hidup harus terus berjalan. Mereka pun pulang meninggalkan gun-dukan tanah yang masih memerah dengan ditemani angin duka sepanjang perjalanan. []

Sumber: The Great Story of Muhammad SAW: Referensi Lengkap Hidup Rasulullah ﷺ dari Sebelum Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir / Penyusun: Ahmad Hatta, dkk. / Penerbit: Maghfirah Pustaka / Cetakan Keenam, September 2016 

 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119