Home MuhasabahKetika Hidup Terasa Berubah, Periksalah Dirimu

Ketika Hidup Terasa Berubah, Periksalah Dirimu

Saudaraku, muhasabah bukan tanda bahwa kita buruk. Muhasabah adalah tanda bahwa hati kita masih hidup.

by Abu Umar
0 comments 5 views

Ada kalanya kehidupan kita tiba-tiba terasa berbeda.

Hati yang dahulu tenang menjadi gelisah.
Ibadah yang dahulu terasa ringan menjadi berat.
Rezeki yang dahulu terasa cukup mulai terasa sempit.
Hubungan dengan orang lain berubah.
Bahkan, kenikmatan yang sebelumnya begitu kita rasakan seolah-olah kehilangan rasanya.

Ketika keadaan seperti ini terjadi, jangan selalu sibuk mencari kesalahan di luar diri. Bisa jadi, ada sesuatu dalam diri kita yang perlu diperiksa.

Ibnul Jauzi رحمه الله berkata:

اعلم ـ وفقك الله ـ أن من كان مُبْتَلًى بالحساسية لا يخفى عليه الوخز، وإنما يعرف التغير من كان متفقدًا لأحواله.

“Ketahuilah—semoga Allah membimbingmu menuju keberhasilan—bahwa orang yang mati rasa tidak akan pernah merasakan sengatan. Hanya orang yang senantiasa memeriksa keadaan dirinya yang dapat menyadari adanya perubahan.”

BACA JUGA: Malu Berasal dari Kata Hidup”: Tanpa Malu, Hatimu Mati

Beliau kemudian memberikan nasihat yang sangat dalam:

“Oleh karena itu, kapan pun engkau mendapati kehidupanmu terusik dan berubah, maka ingatlah: nikmat yang belum engkau syukuri kepada Allah, atau dosa yang pernah engkau lakukan sebelumnya.” (Shaydul Khathir, hlm. 88)

Nasihat ini mengajarkan pentingnya muhasabah.

Seorang mukmin tidak hanya mengevaluasi pekerjaannya, keuangannya, atau rencana hidupnya. Ia juga mengevaluasi hatinya.

Ketika hati terasa sempit, ia bertanya, “Apa yang salah dengan diriku?”

Ketika ibadah terasa berat, ia tidak hanya menyalahkan keadaan. Ia bertanya, “Apakah ada dosa yang belum aku tinggalkan?”

Ketika kenikmatan terasa hambar, ia bertanya, “Apakah selama ini aku kurang bersyukur kepada Allah?”

Inilah sikap seorang mukmin.

Ia tidak terburu-buru menuduh orang lain. Ia berani menuduh dirinya sendiri.

Allah Ta’ala berfirman:

فَلَا تَلُومُونِي وَلُومُوا أَنْفُسَكُمْ

“Maka janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri.”
(QS. Ibrahim: 22)

Tentu, tidak setiap kesulitan yang kita alami berarti akibat dosa tertentu. Para nabi dan orang-orang saleh juga mendapatkan ujian yang berat. Karena itu, perkataan Ibnul Jauzi ini hendaknya menjadi bahan muhasabah, bukan alasan untuk memastikan bahwa setiap musibah adalah hukuman.

Namun, ketika hidup terasa berubah, tidak ada salahnya kita berhenti sejenak.

Periksa shalat kita.

Periksa lisan kita.

Periksa pandangan kita.

Periksa harta yang kita dapatkan.

Periksa hubungan kita dengan orang tua dan keluarga.

Periksa dosa-dosa yang mungkin selama ini kita anggap kecil.

Dan jangan lupa memeriksa syukur kita.

BACA JUGA: Kapan Kita Mau Rajin Bersyukur?

Bisa jadi masalahnya bukan karena Allah mengurangi nikmat kita. Bisa jadi kita yang sudah terlalu terbiasa menerima nikmat, hingga lupa mensyukurinya.

Saudaraku, muhasabah bukan tanda bahwa kita buruk. Muhasabah adalah tanda bahwa hati kita masih hidup.

Orang yang mati rasa tidak menyadari ketika hatinya berubah. Tetapi orang yang senantiasa memperhatikan keadaan hatinya akan segera menyadari ketika ada sesuatu yang tidak beres.

Maka, ketika hidup terasa berubah, jangan hanya bertanya, “Mengapa Allah melakukan ini kepadaku?”

Cobalah bertanya pula:

“Apa yang harus aku perbaiki dari diriku?”

Bisa jadi jawabannya adalah sebuah dosa yang harus segera ditinggalkan.

Atau sebuah nikmat yang selama ini belum kita syukuri. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119