Home IbadahLuruskan Shaf Shalat

Luruskan Shaf Shalat

Islam mengajarkan agar persatuan dalam shalat juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Shalat berjamaah bukan hanya tentang berdiri bersama di satu tempat. Di dalamnya terdapat banyak pelajaran tentang persatuan, kedisiplinan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama Muslim.

Salah satu adab penting dalam shalat berjamaah adalah meluruskan dan merapatkan shaf.

Dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ، وَسُدُّوا الْخَلَلَ، وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ، وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ، وَمَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ اللَّهُ، وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ اللَّهُ

“Luruskanlah shaf, sejajarkanlah pundak-pundak, tutuplah celah-celah, dan berlemah-lembutlah terhadap saudara kalian. Janganlah kalian membiarkan celah untuk setan. Barang siapa menyambung suatu shaf, Allah akan menyambungnya. Dan barang siapa memutus suatu shaf, Allah akan memutusnya.”

📚 HR. Abu Dawud no. 666, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud

BACA JUGA:  Mengapa Setelah Shalat Ashar Tidak Boleh Ada Shalat Sunnah Lagi?

Perhatikan bagaimana Rasulullah ﷺ mengajarkan adab yang begitu lengkap.

Beliau tidak hanya memerintahkan agar shaf diluruskan. Beliau juga mengajarkan agar pundak disejajarkan, celah ditutup, dan semua itu dilakukan dengan kelembutan.

Ini menunjukkan bahwa menegakkan sunnah harus dilakukan dengan cara yang baik.

Terkadang seseorang begitu bersemangat meluruskan shaf, tetapi caranya justru membuat saudaranya merasa tidak nyaman. Ia menarik tubuh saudaranya dengan keras atau menegurnya dengan kasar.

Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:

وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ

“Berlemah-lembutlah terhadap saudara kalian.”

Maka, ketika meluruskan shaf, hendaknya dilakukan dengan penuh hikmah dan kelembutan.

Shaf yang rapi juga mengajarkan kepada kita bahwa dalam Islam tidak ada tempat untuk kesombongan. Ketika shalat berjamaah, orang kaya berdiri di samping orang miskin. Orang terpandang berdiri di samping orang biasa. Orang yang memiliki jabatan berdiri sejajar dengan siapa saja.

Tidak ada keistimewaan berdasarkan status dunia.

Yang ada hanyalah persaudaraan dalam iman.

Rasulullah ﷺ bahkan mengingatkan agar jangan membiarkan celah di antara jamaah. Celah yang dibiarkan dapat menjadi jalan bagi setan untuk mengganggu kekhusyukan dan persatuan jamaah.

Namun, hadis ini juga memberikan pelajaran yang lebih luas.

Menyambung shaf berarti menyambung persaudaraan.

Jangan hanya rapat ketika berdiri dalam shalat, tetapi setelah salam justru saling menjauh.

BACA JUGA:  Hikmah Shalat Sunnah di Rumah, Warisan Ibadah untuk Keluarga

Jangan hanya berdiri bahu-membahu di masjid, tetapi di luar masjid saling mencela dan bermusuhan.

Islam mengajarkan agar persatuan dalam shalat juga tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, ketika imam menyerukan untuk meluruskan shaf, jangan menganggapnya sebagai perkara kecil.

Rapikan barisan.

Tutup celah.

Sejajarkan pundak.

Lakukan dengan lembut.

Dan hadirkan kesadaran bahwa kita sedang berdiri bersama sebagai hamba-hamba Allah. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119