Iman bukan hanya perkara yang tersimpan di dalam hati. Iman yang benar akan memberikan pengaruh nyata pada ucapan, sikap, dan perilaku seseorang.
Karena itu, salah satu tanda kesempurnaan iman adalah baiknya akhlak.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)
Hadis ini memberikan pelajaran yang sangat penting. Banyaknya ibadah seseorang seharusnya membentuk kepribadian yang semakin baik. Shalat seharusnya membuatnya semakin takut kepada Allah. Puasa melatihnya menahan diri. Dzikir melembutkan hatinya. Membaca Al-Qur’an seharusnya membimbing lisannya agar berkata baik.
BACA JUGA: Tanda Sehatnya Iman
Maka, jangan sampai seseorang rajin beribadah, tetapi lisannya masih gemar menyakiti orang lain. Jangan sampai ia banyak menghadiri majelis ilmu, tetapi mudah merendahkan saudaranya. Jangan sampai ia terlihat sangat menjaga ibadah, tetapi buruk dalam memperlakukan keluarga, tetangga, teman, dan orang-orang yang berada di sekitarnya.
Sebab, akhlak adalah cermin dari apa yang ada di dalam hati.
Akhlak yang baik bukan hanya tersenyum kepada orang lain. Akhlak yang baik mencakup banyak perkara: berkata jujur, menepati janji, menjaga amanah, rendah hati, mudah memaafkan, bersabar ketika disakiti, tidak sombong, tidak mencela, serta mampu menahan amarah.
Allah Ta’ala bahkan memuji Rasulullah ﷺ dengan firman-Nya:
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4)
Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam akhlak. Beliau lembut kepada orang yang lemah, menyayangi anak-anak, menghormati orang tua, memaafkan kesalahan, dan tetap menjaga kemuliaan akhlaknya bahkan ketika menghadapi orang yang menyakitinya.
Karena itu, semakin seseorang memahami Islam, seharusnya semakin baik pula akhlaknya.
Jika ilmu bertambah tetapi kesombongan ikut bertambah, ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Jika ibadah bertambah tetapi lisan semakin tajam, ada sesuatu yang perlu direnungkan.
Jika hafalan bertambah tetapi hati semakin keras, jangan merasa sudah sampai pada kesempurnaan iman.
BACA JUGA: Kesucian Kalbu dan Iman
Saudaraku, kesempurnaan iman tidak hanya terlihat ketika kita berdiri di atas sajadah. Ia juga terlihat ketika kita berhadapan dengan manusia.
Bagaimana kita berbicara kepada orang tua.
Bagaimana kita memperlakukan pasangan.
Bagaimana kita mendidik anak.
Bagaimana kita memperlakukan tetangga.
Bagaimana kita bersikap kepada orang yang berbeda pendapat dengan kita.
Dan yang lebih penting, bagaimana sikap kita ketika tidak ada seorang pun yang melihat.
Maka, marilah kita memperbaiki ibadah sekaligus memperbaiki akhlak. Sebab, mukmin yang sempurna bukan hanya yang banyak amalnya, tetapi juga yang semakin baik akhlaknya karena keimanannya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

