Home Kajian5 Indikator Takwa

5 Indikator Takwa

Bisa jadi seseorang memiliki banyak amal, tetapi masih perlu memperbaiki takwanya.

by Abu Umar
0 comments 3 views

Apakah rajin beribadah berarti sudah bertakwa?

Belum tentu.

Rajin beribadah adalah tanda kebaikan, tetapi takwa tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah yang tampak. Takwa juga terlihat dari bagaimana seseorang memperlakukan dosa, terutama dosa yang dianggap kecil.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 102)

BACA JUGA: Pakaian Takwa

Orang yang bertakwa bukanlah orang yang merasa dirinya sudah bersih dari dosa. Justru ia memiliki rasa takut kepada Allah sehingga tidak berani meremehkan kemaksiatan.

Ibnul Qayyim رحمه الله menjelaskan bahwa dosa yang dianggap kecil dapat menjadi besar ketika seseorang terus-menerus melakukannya dan tidak memedulikannya.

Karena itu, persoalannya bukan hanya seberapa besar dosa tersebut, tetapi juga bagaimana sikap hati seseorang terhadap dosa itu.

Seseorang mungkin rajin shalat, banyak membaca Al-Qur’an, rajin bersedekah, dan sering menghadiri majelis ilmu. Namun jika ia masih mudah meremehkan ghibah, dusta, melihat yang haram, menyakiti orang lain, atau menganggap ringan maksiat dengan mengatakan, “Ah, cuma dosa kecil,” maka ia perlu mengevaluasi ketakwaannya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّمَا مَثَلُ مُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ كَقَوْمٍ نَزَلُوا بَطْنَ وَادٍ، فَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، وَجَاءَ ذَا بِعُودٍ، حَتَّى حَمَلُوا مَا أَنْضَجُوا بِهِ خُبْزَهُمْ

“Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil. Sesungguhnya perumpamaan dosa-dosa kecil adalah seperti suatu kaum yang singgah di sebuah lembah. Orang ini membawa sebatang kayu, dan orang itu membawa sebatang kayu, hingga terkumpullah kayu yang cukup untuk memasak roti mereka.” (HR. Ahmad)

Hadis ini memberikan peringatan agar kita tidak meremehkan dosa.

Lalu, apa indikator takwa yang sebenarnya?

Pertama, takut kepada Allah ketika sendirian. Ia tetap meninggalkan maksiat meskipun tidak ada manusia yang melihat.

Kedua, segera bertaubat ketika terjatuh dalam dosa. Orang bertakwa bukan berarti tidak pernah berdosa, tetapi ia tidak betah berada dalam dosa.

Ketiga, tidak meremehkan maksiat. Sekecil apa pun dosa, ia melihat kepada keagungan Zat yang ia durhakai.

Keempat, menjaga anggota tubuh dari perkara haram. Takwa tidak berhenti pada lisan dan ritual, tetapi tercermin dalam pandangan, pendengaran, tangan, langkah, dan perbuatan.

Kelima, semakin rendah hati ketika semakin banyak beribadah. Ia tidak merasa lebih suci daripada orang lain.

Jadi, takwa bukan sekadar banyaknya ibadah, tetapi keadaan hati yang membuat seseorang takut kepada Allah, mencintai ketaatan, menjauhi maksiat, dan segera kembali ketika tergelincir.

BACA JUGA: Takwa, Jalan Keselamatan di Zaman Penuh Fitnah

Bisa jadi seseorang memiliki banyak amal, tetapi masih perlu memperbaiki takwanya.

Dan bisa jadi seseorang tidak merasa memiliki banyak amal, tetapi hatinya sangat takut kepada Allah dan selalu berusaha menjauhi dosa.

Maka jangan hanya bertanya, “Berapa banyak ibadah yang telah aku lakukan?”

Tanyakan pula:

“Apakah ibadahku membuatku semakin takut kepada Allah dan semakin hati-hati terhadap dosa?”

Sebab, salah satu tanda diterimanya kebaikan adalah lahirnya kebaikan berikutnya, sedangkan salah satu tanda kehidupan hati adalah tidak menganggap ringan dosa sekecil apa pun. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119