Home RenunganKelak Semua Akan Kembali Kepada Allah

Kelak Semua Akan Kembali Kepada Allah

Jadikan pujian dan celaan manusia berada di bawah penilaian Allah.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Salah satu sebab terbesar yang membuat manusia hidup dalam kegelisahan adalah keinginan untuk mendapatkan pujian dan keridhaan dari semua orang. Ia berusaha menyenangkan setiap orang yang ditemuinya, takut terhadap komentar manusia, dan terlalu memikirkan penilaian mereka. Akibatnya, hidupnya dipenuhi kecemasan karena pada kenyataannya tidak mungkin semua manusia merasa puas terhadap dirinya.

Sejak dahulu para ulama telah mengingatkan bahwa keridhaan manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah bisa dicapai secara sempurna. Sebaik apa pun seseorang, pasti ada yang memuji dan ada yang mencela. Bahkan para nabi yang merupakan manusia terbaik pun tidak luput dari penolakan, tuduhan, dan celaan.

Karena itu, seorang muslim hendaknya menjadikan keridhaan Allah sebagai tujuan utama dalam hidupnya. Sebab pada akhirnya, seluruh manusia akan kembali kepada Allah dan berdiri di hadapan-Nya untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya.

BACA JUGA:  Yang Mati, Sekadar Ingin pun Sudah Tidak Akan Bisa

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata:

إنك لا تقدر أن ترضي الناس كلهم، فأصلح ما بينك وبين الله عز وجل، فإذا أصلحت ما بينك وبين الله عز وجل، فلا تبال بالناس

“Sesungguhnya kamu tidak akan mampu meridhakan seluruh manusia. Maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah ‘Azza wa Jalla. Apabila kamu telah memperbaiki hubunganmu dengan-Nya, maka jangan pedulikan lagi manusia.”

📚 (Tawali At-Ta’sis, hlm. 168 karya Ibnu Hajar)

Perkataan yang agung ini mengajarkan sebuah prinsip kehidupan yang sangat penting. Fokus utama seorang mukmin adalah memperbaiki hubungannya dengan Allah melalui tauhid, keikhlasan, ketaatan, taubat, dan amal saleh. Jika Allah telah ridha kepadanya, maka itulah keberuntungan yang sesungguhnya.

Bukan berarti seorang muslim boleh mengabaikan hak manusia atau bersikap kasar kepada orang lain. Islam tetap memerintahkan kita untuk berakhlak mulia, menjaga perasaan sesama, dan menunaikan hak-hak mereka. Namun ketika harus memilih antara keridhaan Allah dan keridhaan manusia yang bertentangan dengan syariat, maka seorang mukmin wajib mendahulukan keridhaan Allah.

Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

مَنِ الْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ

“Barang siapa mencari keridhaan Allah meskipun manusia marah kepadanya, maka Allah akan meridhainya dan menjadikan manusia ridha kepadanya.”

📚 (HR. Ibnu Hibban, dishahihkan oleh Al-Albani)

Sebaliknya, orang yang selalu mengejar pujian manusia dengan mengorbankan kebenaran akan hidup dalam kelelahan yang tidak berkesudahan. Hari ini ia berusaha menyenangkan satu kelompok, besok kelompok lain tidak menyukainya. Ia terus berputar dalam lingkaran yang tidak pernah selesai.

Seorang mukmin hendaknya mengingat bahwa dunia ini hanyalah tempat singgah sementara. Suatu hari semua pujian akan hilang, semua celaan akan terlupakan, dan semua manusia akan kembali kepada Allah Ta’ala.

Allah berfirman:

banner

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ الرُّجْعَىٰ

“Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali.” 📖 (QS. Al-‘Alaq: 8)

BACA JUGA:  Mengapa Takut Manusia, Lupa kepada Allah?

Ayat ini mengingatkan bahwa tujuan akhir perjalanan hidup bukanlah mendapatkan pengakuan manusia, melainkan memperoleh ridha Allah dan keselamatan pada Hari Kiamat.

Maka jangan terlalu sedih ketika dicela selama berada di atas kebenaran. Jangan terlalu bangga ketika dipuji manusia. Jadikan pujian dan celaan manusia berada di bawah penilaian Allah. Yang terpenting adalah apakah Allah ridha terhadap apa yang kita lakukan.

Perbaikilah shalat kita, perbaikilah tauhid kita, perbaikilah akhlak kita, perbaikilah hubungan kita dengan Allah. Sebab ketika hubungan seorang hamba dengan Rabbnya menjadi baik, maka ia akan memperoleh ketenangan yang tidak dapat diberikan oleh pujian manusia. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119