Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah pernah menyebutkan bahwa ada beberapa amalan yang dapat menjadi penghambat datangnya rezeki. Beliau berkata bahwa di antara penyebab sempitnya rezeki adalah tidur pagi, sedikit shalat sunnah, malas, dan berkhianat. Perkataan ini mengandung nasihat yang sangat dalam bagi setiap muslim agar memperhatikan sebab-sebab keberkahan hidupnya.
Rezeki bukan hanya soal banyaknya harta. Rezeki juga mencakup kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang harmonis, ilmu yang bermanfaat, dan waktu yang penuh keberkahan. Karena itu, seorang muslim hendaknya menjauhi amalan-amalan yang dapat menghalangi datangnya keberkahan tersebut.
BACA JUGA: Haram dan Halalnya Rezeki
Poin pertama adalah tidur pagi.
Maksudnya ialah tidur setelah waktu Subuh hingga matahari meninggi tanpa kebutuhan yang mendesak. Waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan. Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendoakan keberkahan bagi umatnya di waktu pagi.
Orang yang terbiasa bangun pagi biasanya lebih mudah mendapatkan keberhasilan dalam urusan dunia maupun akhirat. Sebaliknya, terlalu banyak tidur di pagi hari sering membuat seseorang kehilangan semangat, kesempatan, dan produktivitas.
Poin kedua adalah sedikit shalat sunnah.
Shalat sunnah memiliki pengaruh besar terhadap keberkahan hidup seorang hamba. Selain menjadi penambah pahala, shalat sunnah juga menjadi sebab datangnya pertolongan Allah ta’ala. Orang yang menjaga shalat sunnah biasanya memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Rabb-nya.
Kedekatan itu mendatangkan ketenangan hati dan kemudahan urusan. Sebaliknya, meremehkan ibadah sunnah dapat membuat hati menjadi keras dan jauh dari keberkahan.
Poin ketiga adalah malas.
Sifat malas merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Malas membuat seseorang enggan berusaha, menunda pekerjaan, dan menyia-nyiakan waktu. Padahal Islam mengajarkan umatnya untuk menjadi pribadi yang kuat dan giat bekerja.
Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan berlindung kepada Allah dari sifat malas. Orang yang malas biasanya sulit berkembang karena ia tidak mau bersungguh-sungguh dalam menjemput rezeki yang halal.
BACA JUGA: 4 Tingkatan Sikap Wara’ dalam Rezeki
Poin keempat adalah berkhianat.
Khianat termasuk dosa besar yang merusak hubungan manusia dengan Allah dan sesama manusia. Bentuk khianat bisa berupa tidak amanah dalam pekerjaan, menipu dalam jual beli, atau mengingkari janji.
Perbuatan ini dapat menghilangkan kepercayaan dan mencabut keberkahan rezeki. Harta yang diperoleh dengan cara khianat mungkin terlihat banyak, tetapi tidak membawa ketenangan dan kebaikan.
Seorang muslim hendaknya berusaha menjaga dirinya dari empat amalan tersebut. Memanfaatkan waktu pagi, memperbanyak shalat sunnah, rajin bekerja, dan menjaga amanah adalah sebab datangnya keberkahan hidup. Semoga Allah ta’ala memberikan kepada kita rezeki yang halal, luas, dan penuh keberkahan.
[Zadul Ma’ad, 4/378 []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

