Home Baiti JannatiJangan Halangi Istri untuk Silaturahmi pada Orangtuanya

Jangan Halangi Istri untuk Silaturahmi pada Orangtuanya

Seorang suami hendaknya menjadi jalan kebaikan bagi istrinya, bukan justru penghalang untuk berbakti kepada orang tua.

by Abu Umar
0 comments 13 views

Rumah tangga dalam Islam dibangun di atas kasih sayang, saling memahami, dan menjaga hak satu sama lain. Seorang suami memang memiliki hak kepemimpinan dalam rumah tangga, namun Islam juga memberikan hak-hak yang harus dijaga terhadap istri. Salah satunya adalah hak untuk tetap menyambung silaturahmi dengan kedua orang tua dan keluarganya.

Banyak masalah rumah tangga muncul karena suami terlalu keras membatasi hubungan istri dengan keluarganya. Ada yang melarang istri pulang, membatasi komunikasi, bahkan membuat hubungan dengan orang tua menjadi renggang. Padahal, sikap seperti ini bukan termasuk akhlak yang diajarkan Islam.

Abdul Aziz bin Baz pernah berkata:

الجواب: منعها لا يجوز، لابد من تنظيم لزيارة لا تضرك ولا يحصل بها قطيعة، الواجب تمكينها من زيارة أبيها وإخوتها لصلة الرحم، إلا إذا كانت الزيارة يترتب عليها فساد

Beliau menjelaskan bahwa tidak boleh seorang suami melarang istrinya mengunjungi orang tuanya. Yang benar adalah mengatur waktu kunjungan agar tidak menimbulkan mudharat dan tidak menyebabkan terputusnya silaturahmi. Bahkan suami wajib memberikan kesempatan kepada istrinya untuk menyambung hubungan dengan keluarganya, selama tidak ada mafsadah atau kerusakan yang nyata.

BACA JUGA:  Suami, Dengarkanlah Istrimu

Islam sangat memuliakan silaturahmi. Memutus hubungan keluarga termasuk dosa besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, seorang suami hendaknya menjadi jalan kebaikan bagi istrinya, bukan justru penghalang untuk berbakti kepada orang tua. Apalagi seorang wanita tetap memiliki kewajiban berbuat baik kepada ayah dan ibunya meskipun ia telah menikah.

BACA JUGA:  Istri, Penuhilah Kebutuhan Suamimu

Namun demikian, Islam juga mengajarkan keseimbangan. Jika kunjungan kepada keluarga ternyata membawa pengaruh buruk, memicu fitnah, merusak rumah tangga, atau menimbulkan permusuhan, maka suami boleh mengatur dan membatasi dengan cara yang bijak. Bukan dengan kezaliman, tetapi demi menjaga kemaslahatan keluarga.

Rumah tangga yang baik bukan rumah yang memutus hubungan dengan keluarga, tetapi rumah yang mampu menjaga adab, hak, dan kasih sayang kepada semua pihak. Sebab keberkahan keluarga sering hadir dari silaturahmi yang dijaga dengan baik. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119