Fajar memiliki kilau yang istimewa, sebuah rahasia yang penuh wibawa dan keindahan, yang tidak dapat dirasakan kecuali oleh jiwa-jiwa yang suci. Fajar adalah tamu yang melintas dengan keasingannya, tidak menampakkan hakikat dirinya kecuali kepada mereka yang jiwanya bening dan jernih, tanpa noda, tanpa kotoran, tanpa liku-liku keruh, jiwa yang luhur, yang meninggi dari segala keruwetan, dan melampaui setiap kekeliruan.
Fajar adalah kehidupan bagi hati. Ia menjadi poros bagi segala gejolak dan pertemuan batin, rahasia dari keterpaduan dan perpisahannya. Fajar adalah pusat setiap permulaan, titik mula bagi pembaruan gerak dan kelahiran-kelahiran panjang yang terus berulang. Fajar adalah akhir dari malam yang gelap gulita, dan awal dari cahaya baru yang tersembunyi di balik pekatnya kegelapan.
Sungguh merugi orang yang tidak mampu melihat keindahan fajar. Seseorang yang bahkan sekali pun belum pernah menyaksikan cahaya siang menyelinap perlahan melalui jendela fajar yang tenang, lalu memeluk matahari terbit yang menampakkan wajahnya yang hangat dan penuh kasih—ia benar-benar orang yang terhalang dan kehilangan.
Betapa indah saat engkau menyaksikan pagi yang dekat itu menyelinap ke dalam lingkaran hidupmu yang magis dan diselimuti kabut. Saat engkau merasakan benang-benang gelap perlahan mundur dari selimut malam dengan lemah dan patah, lalu digantikan oleh cahaya dhuha yang berkilauan, setelah melewati ketenangan sahur yang mengapung dan berlayar dalam samudra waktu.
BACA JUGA: Kapan Waktu Shalat Sunnah Fajar?
Betapa indah ketika engkau bernaung di bawah teduhnya sebuah pohon, walau dari kejauhan atau sekadar lewat gema khayalan. Ketika engkau menyaksikan lahirnya sekuntum bunga baru yang baru saja mekar, mengumumkan kesuciannya, menebarkan harum semerbaknya dengan penuh kegembiraan dan kedermawanan. Itu adalah pilihan istimewa dan kekayaan ruhani. Itu adalah kerajaan eksklusif yang tidak akan diraih kecuali oleh orang-orang pilihan dan insan-insan yang diberi kemuliaan.
Betapa indah jika engkau memulai harimu yang cerah dengan tenang, melangkah di atas tali kejernihan jiwa dengan damai dan anggun, tanpa sesuatu pun yang menghalangimu atau memaksamu untuk tergesa-gesa. Dan engkau tetap berpegang erat pada tali ketenangan hingga akhir. Itulah fajar dalam gambaran terindahnya.
Fajar adalah ketika engkau menurunkan tirai atas gugusan kemarahan yang pernah menggantung dalam dirimu saat lalai. Lalu engkau mencabut butir-butirnya satu demi satu, mengunyahnya dengan kelapangan hati dan kelembutan, lalu menyiramkan air pada tanaman yang memanjat batang-batang kepergian dan menjadi muram, lalu engkau hidupkan kembali dengan kesengajaan dan perhatian. Itulah fajar, tanpa keraguan.
Fajar adalah saat engkau membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Saat taman-taman hijau merekah dalam batinmu, surga-surga kecil yang dipenuhi kejernihan, kebahagiaan, dan bunga-bunga yang tak pernah dipetik. Saat engkau mengumumkan kepada cahaya tentang lahirnya mimpi baru yang telah lama berkelana dalam dirimu. Saat engkau memberi tahu cahaya bahwa akhirnya engkau memutuskan untuk mengajaknya menjejak bumi kenyataan, dan singgah di atas kilau harapan.
Fajar adalah saat engkau menemani mimpi itu dengan sepenuh dorongan hatimu, menggenggam tangannya erat-erat agar ia tidak lepas darimu secara tiba-tiba lalu hilang. Saat engkau mencabut dari ingatanmu segala hal yang menghalangi keindahan ruhmu dan menutupi merah merona wajahmu. Saat engkau mencari putihnya ketulusan di hati-hati yang telah mengering dan disergap layu, lalu memberinya seluruh sebab untuk kembali mekar dan menghadiahkan buah-buah baru untukmu. Itulah fajar, sesederhana itu.
Fajar adalah ketika engkau kembali suci seperti tetesan embun. Menetes di atas hamparan rumput yang layu, lalu menyiraminya dengan penuh cinta, tanpa berlebihan dan tanpa kikir.
Fajar adalah ketika telingamu mendengar suara azan yang menjulang dari menara yang telah mencapai puncaknya. Lalu ruhmu naik bersamanya dengan seluruh kekuatan semangat dan ketenangan, kemudian kembali membawa cahaya-cahaya yang tak mengenal padam. Ketika kalimat “Allahu Akbar” menjadi judul hidupmu dan penunjuk jalanmu. Ketika zikir menjadi bagian dari napasmu tanpa engkau sadari.
Fajar adalah ketika engkau menyatu dengan gemericik air, semerbak aroma, dan helaan napas kehidupan; dengan aliran sungai-sungai kecil dan segala keheningan. Ketika engkau berjalan melawan hawa nafsumu. Ketika engkau mencoba mengusir kesedihan yang wanginya telah pergi, hingga ia menjadi muram, sepi, dan terpenjara dalam ingatan. Lalu engkau menghadiahinya tetes-tetes kebahagiaan dan senyum-senyum lembut yang jatuh dengan ringan, tanpa engkau pelit memberikannya.
Fajar adalah ketika engkau memandangi kedalaman langit, mencari bintang di sela-sela lipatan awan dan di antara sayap-sayap burung yang melayang bebas, seolah engkau menyentuhnya dengan kedua tanganmu. Saat engkau mendengar suara mesin mobil yang baru saja dinyalakan, lalu suara gemuruh itu berubah menjadi nada yang jernih dan menetap tenang dalam relung jiwamu.
Fajar adalah ketika engkau menghirup ketenangan yang berdenyut, yang perlahan meninggi, sambil memejamkan mata, sehingga engkau melihat kebahagiaan dan kekagumanmu sendiri, sementara kegembiraan mengapung di atas hatimu. Saat engkau mencabut kebahagiaan besar dari inti pemandangan hidup yang luas ini, lalu membagikannya kepada setiap hati yang pilu dan muram yang melintas di hadapanmu atau tertangkap oleh pandanganmu. Itulah fajar yang nyata.
Fajar adalah bangkitnya keberkahan yang mengalir deras, dan meledaknya kehidupan dalam makna-maknanya yang paling indah. Seekor ayam jantan yang yakin dan fasih bertasbih dan berkokok, membangunkan orang-orang beriman untuk menunaikan salat. Aroma fajar yang menakjubkan dan menyegarkan, serta suaranya yang lembut dan manis saat ia berembus pelan sebelum hiruk-pikuk datang, hanya dalam sebuah bisikan.
BACA JUGA: Untuk Mereka yang Masih Berat Menunaikan Shalat Subuh
Fajar adalah menembus lorong sempit, lalu melihat kehidupan yang luas dan indah terbentang di hadapanmu.
Fajar adalah ketika engkau menjadi bebas dari belenggu-belenggumu dan pikiran-pikiranmu, dari kata-katamu, napasmu, dan kesalahan-kesalahanmu, dari setiap bayangan pucat yang mungkin mengganggu langkah awalmu atau menghambat perjalananmu.
Fajar adalah ketika engkau bangun dalam diam namun penuh kesadaran, sementara orang-orang yang lalai masih terlelap. Lalu engkau memperbarui niat, janji, dan tekadmu untuk berdiri beribadah, hingga kata-kata pun terdiam dan ruhmu mendapatkan ketenangan.
Fajar adalah ketika engkau kembali menjadi seorang anak kecil yang melarikan diri sambil merangkak, lalu tumbuh sedikit demi sedikit, kemudian lenyap untuk kembali lagi ke titik awal. Demikian terus berulang, tanpa dinodai oleh ilusi-ilusi dunia, tetapi justru engkaulah yang memberinya makna dengan kejernihan jiwamu, hijaunya ruhmu, dan mekarnya nilai-nilai dalam dirimu.
Maka jadilah engkau termasuk golongan ahli fajar, niscaya engkau akan hidup bahagia, tenang, dan selamat sepanjang masa. []
SUMBER: ISLAMWAY.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

