Home RamadhanAdakah Cara untuk Mengetahui Ibadah Puasa Kita Diterima?

Adakah Cara untuk Mengetahui Ibadah Puasa Kita Diterima?

Orang yang benar-benar beriman tidak pernah merasa pasti amalnya diterima. Ia tetap khawatir dan terus memperbaiki diri.

by Abu Umar
0 comments 51 views

Setiap muslim yang berpuasa tentu memiliki harapan besar: semoga ibadah puasanya diterima oleh Allah. Namun sering muncul pertanyaan dalam hati, adakah cara untuk mengetahui apakah puasa kita benar-benar diterima?

Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada manusia yang dapat memastikan amalnya diterima. Hanya Allah yang mengetahui hakikat setiap amal. Namun, para ulama salaf menyebutkan tanda-tanda yang bisa menjadi harapan bahwa ibadah tersebut diterima.

Salah satu tanda diterimanya amal adalah ketika seseorang menjadi lebih baik setelah melakukan ibadah. Jika setelah Ramadhan seseorang semakin rajin shalat, lebih lembut hatinya, dan lebih menjauhi maksiat, maka itu pertanda baik bahwa puasanya memberi pengaruh pada dirinya.

BACA JUGA: Ibadah Puasa Nabi dari Pagi hingga Malamnya

Allah berfirman bahwa Dia hanya menerima amal dari orang yang bertakwa. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Ma’idah: 27)

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan bahwa nilai suatu amal sangat bergantung pada niatnya. Dalam hadits dari Muhammad disebutkan:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Karena itu, orang yang berpuasa dengan keikhlasan dan mengikuti sunnah Rasulullah memiliki harapan besar untuk mendapatkan pahala yang diterima.

Para ulama salaf juga memberikan nasihat yang sangat dalam tentang masalah ini. Hasan al-Basri rahimahullah berkata:

“Seorang mukmin menggabungkan antara berbuat baik dan rasa takut (amalnya tidak diterima), sedangkan orang munafik menggabungkan antara berbuat buruk dan merasa aman.”

BACA JUGA:  Talbis Iblis atas Ahli Ibadah dalam Perkara Puasa

Artinya, orang yang benar-benar beriman tidak pernah merasa pasti amalnya diterima. Ia tetap khawatir dan terus memperbaiki diri.

Maka sikap terbaik setelah berpuasa adalah memperbanyak doa agar amal diterima oleh Allah. Para sahabat bahkan berdoa selama enam bulan setelah Ramadhan agar ibadah mereka diterima.

Semoga puasa kita termasuk puasa yang diterima dan menjadikan kita hamba yang lebih bertakwa. Aamiin. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119