Allah ﷻ berfirman:
{خُلِقَ الإِنسَانُ مِنْ عَجَلٍ}
“Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa.” (QS. Al-Anbiya: 37)
Ayat ini menjadi teguran halus sekaligus dalam bagi manusia. Para ulama tafsir seperti Sa’id bin Jubair, As-Suddi, dan Qatadah menjelaskan bahwa maksudnya adalah: manusia memang diciptakan dengan tabiat tergesa-gesa. Bahkan sebagian ulama mengatakan, seakan-akan manusia itu “terbuat” dari sifat tergesa-gesa itu sendiri.
Sifat ini sangat nyata dalam kehidupan kita. Kita mudah bosan, cepat jenuh, dan selalu ingin berpindah ke sesuatu yang baru. Belum sempat menikmati apa yang ada, sudah ingin mengejar yang lain. Belum tenang di satu keadaan, sudah gelisah mencari perubahan.
BACA JUGA: 3 Jiwa Manusia
Padahal, jika sifat ini tidak dilawan, ia akan merusak kehidupan. Ia membuat seseorang tidak pernah benar-benar merasakan nikmat. Hidup terasa selalu kurang, selalu terburu-buru, dan tidak pernah puas.
Di zaman sekarang, fenomena ini semakin jelas. Banyak orang hidup dalam “kecepatan tinggi”, seakan-akan dikejar sesuatu yang tidak jelas ujungnya. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kesibukan ke kesibukan lain, dari satu keinginan ke keinginan lain—tanpa jeda untuk benar-benar menikmati apa yang sudah dimiliki.
Akhirnya, tubuh menjadi lelah, dan jiwa pun ikut letih.
Yang lebih aneh lagi, manusia mencari ketenangan justru dengan terus bergerak dan berubah. Ia mengira: “Jika aku sampai di titik itu, aku akan tenang.” Namun ketika sampai, ternyata ketenangan itu tidak ada. Ia hanyalah fatamorgana.
Setan sangat memahami kelemahan ini. Ia menghiasi sesuatu yang jauh, yang belum dimiliki, seolah-olah di sanalah kebahagiaan. Maka manusia pun terus berjalan, meninggalkan apa yang ada di tangannya, tanpa pernah merasa cukup.
BACA JUGA: Manusia yang Mengejar Dunia
Wahai saudaraku,
hentikan sejenak suara dalam dirimu yang terus mendorongmu untuk mencari “yang baru”, padahal engkau belum menikmati “yang ada”.
Jika engkau tidak menghentikannya sekarang, maka ia tidak akan berhenti di mana pun engkau berada.
Turunlah dari “kereta” kehidupan yang melaju tanpa arah ini…
karena engkau tidak diciptakan untuk terus berlari tanpa henti.
Belajarlah untuk tenang,
belajarlah untuk cukup,
dan belajarlah untuk menikmati nikmat yang Allah berikan saat ini. []
SUMBER: AR-ISLAMWAY.NET
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

