Home RamadhanWaktu Doa ketika Berbuka Puasa, Kapan?

Waktu Doa ketika Berbuka Puasa, Kapan?

Sebagian ulama lain menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada pertentangan antara berdoa sebelum dan sesudah berbuka. Seseorang dapat memanfaatkan dua-duanya.

by Abu Umar
0 comments 39 views

Di antara momen istimewa dalam ibadah puasa adalah saat menjelang dan ketika berbuka. Banyak kaum muslimin bertanya, sebenarnya kapan waktu yang lebih utama untuk berdoa: sebelum berbuka atau setelahnya?

Pertanyaan ini pernah diajukan kepada ulama besar, Muhammad bin Utsaimin rahimahullah. Beliau menjelaskan bahwa doa sebelum berbuka, yakni ketika matahari hampir terbenam dan seseorang masih dalam kondisi berpuasa, memiliki keutamaan yang besar. Pada saat itu, seorang hamba sedang berada dalam keadaan lemah, menahan lapar dan dahaga, serta hatinya lebih mudah tunduk dan merendah di hadapan Allah. Kondisi seperti ini termasuk sebab yang kuat untuk dikabulkannya doa.

BACA JUGA: Puasa Tidur Terus?

Secara psikologis dan spiritual, menjelang berbuka adalah waktu di mana rasa butuh kepada Allah sangat terasa. Jiwa sedang “merana” karena lapar dan haus, dan justru di situlah letak kekhusyukan yang dalam. Tidak heran jika dalam banyak riwayat disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa termasuk doa yang tidak tertolak.

Namun demikian, berdoa setelah berbuka juga memiliki landasan. Terdapat hadis dari Nabi ﷺ yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunannya:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.”

Hadis ini dinilai hasan oleh Muhammad Nasiruddin al-Albani dalam takhrij beliau terhadap Sunan Abi Dawud. Doa ini dibaca setelah seseorang benar-benar berbuka, sebagai bentuk syukur atas nikmat yang baru saja dirasakan.

Selain itu, terdapat pula doa yang diriwayatkan dari sebagian sahabat:

اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت

“Ya Allah, hanya kepada-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Walaupun derajat riwayatnya diperselisihkan oleh para ulama, maknanya tetap baik dan tidak mengandung hal yang keliru, karena berisi pengakuan tauhid dan rasa syukur.

BACA JUGA: Perkara-perkara Ini Sering Dianggap Membatalkan Puasa, padahal Tidak

Sebagian ulama lain menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada pertentangan antara berdoa sebelum dan sesudah berbuka. Seseorang dapat memanfaatkan dua-duanya. Menjelang maghrib, ia memperbanyak doa pribadi dengan penuh harap dan kerendahan hati. Setelah berbuka, ia membaca doa-doa yang diajarkan dalam riwayat sebagai ungkapan syukur.

Yang terpenting bukan sekadar memilih waktu, tetapi menghadirkan hati. Jangan sampai berbuka hanya menjadi rutinitas makan dan minum, sementara momen mustajab terlewat tanpa doa. Jika harus memilih, maka perbanyaklah doa sebelum berbuka karena saat itu kondisi hati biasanya lebih lembut dan lebih dekat kepada pengharapan.

Akhirnya, sebagaimana nasihat para ulama, seorang muslim boleh berdoa dengan doa apa pun yang ia rasa tepat dan baik, selama tidak mengandung hal yang dilarang. Gunakan detik-detik terakhir sebelum adzan maghrib untuk memohon ampunan, keberkahan, dan kebaikan dunia akhirat. Jangan sia-siakan waktu yang sangat singkat, tetapi nilainya bisa sangat besar di sisi Allah. []

RUJUKAN: ISLAMQA

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119