Minggu, 8 November 2026

Petaka Maksiat

Jika hawa nafsu telah memabukkannya, hatinya akan gelap, tercemar, serta tak bisa lagi menangkap makna pengawasan Tuhannya.

Petaka Maksiat

Akibat dari maksiat adalah mabuk dalam kelalaian. Namun, orang Mukmin tidak akan larut dalam kesenangan duniawi karena tahu akan ilmu tentang yang haram dan berhati-hati terhadap siksa.

Dalam kukuhnya makrifat akan Tuhan, ia melihat dengan mata makrifatnya itu betapa dekatnya Dzat yang melarangnya. Hidupnya akan terasa kotor jika terlena dengan kehidupan yang dilarang-Nya. Jika hawa nafsu telah memabukkannya, hatinya akan gelap, tercemar, serta tak bisa lagi menangkap makna pengawasan Tuhannya.

BACA JUGA: Berlaku Bijak terhadap Kenikmatan

Sesungguhnya, kenikmatan yang ia alami hanyalah sementara. Jika Anda mau, bayangkanlah, orang yang demikian itu akan dilanda penyesalan tiada berujung, tangisan tiada henti, serta penyesalan pada sia-sianya umur yang dimiliki. Jika saja ia menyadari adanya ampunan yang selalu terbuka, ia akan merenung bahwa perbuatannya sungguh tidaklah pantas di hadapan Tuhan.

Yakinlah. Alangkah buruknya dampak dan akibat maksiat. Syahwat yang menyeruak adalah bukti betapa lemahnya diri kita.

BACA JUGA:  Mengetuk Pintu Tuhan

Jika hawa nafsu telah memabukkannya, hatinya akan gelap, tercemar, serta tak bisa lagi menangkap makna pengawasan Tuhannya.

Yakinlah. Alangkah buruknya dampak dan akibat maksiat. Syahwat yang menyeruak adalah bukti betapa lemahnya diri kita.

Jika hawa nafsu telah memabukkannya, hatinya akan gelap, tercemar, serta tak bisa lagi menangkap makna pengawasan Tuhannya. []

Tinggalkan komentar