Dalam menentukan hukum suatu perkara, Islam mengajarkan untuk menimbang dampak baik dan buruknya. Sebuah aktivitas yang tampak sepele, seperti menonton pertandingan sepak bola tengah malam, dapat membawa konsekuensi yang besar bagi kehidupan seorang muslim.
Salah satu dampak nyata adalah berkurangnya waktu istirahat, yang kemudian merusak produktivitas di siang hari—baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Realita ini diakui oleh banyak orang meskipun sebagian lainnya mungkin tidak merasakannya.
BACA JUGA: Hukum Bermain Catur dan Kartu
Pertama, Islam menganjurkan tidur lebih awal dan memakruhkan begadang tanpa kebutuhan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ، وَلَا يُحِبُّ الْحَدِيثَ بَعْدَهَا
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur sebelum isya dan tidak menyukai obrolan setelah isya.” (HR. Ahmad dan Ibn Khuzaimah)
Ibnu Khuzaimah bahkan memberikan judul bab hadis tersebut:
بَابُ الزَّجْرِ عَنِ السَّهَرِ بَعْدَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ
“Bab larangan bergadang setelah shalat isya.”
Ulama salaf sangat menghargai waktu. Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian darimu.”
Kedua, begadang demi hiburan sering membuat seseorang lalai dari kewajiban. Banyak orang yang karena menonton bola hingga larut malam akhirnya meninggalkan shalat Subuh atau mengerjakannya dengan berat hati dan tidak khusyuk. Demikian pula pekerjaan dan tanggung jawab duniawinya menjadi terganggu. Umar bin Abdul Aziz rahimahullah mengingatkan:
“Siapa yang menganggap remeh sesuatu, maka ia akan terhalang dari yang lebih penting.”
BACA JUGA: Tertidur saat Ingin Menonton
Ketiga, seorang muslim harus bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu karena ia adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ
“Kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sampai ditanya empat hal, salah satunya tentang umurnya untuk apa ia habiskan.” (HR. Ad-Darimi)
Jika sebuah aktivitas secara kuat berpotensi menyebabkan seseorang meninggalkan kewajibannya, maka ia menjadi dosa. Betapa bijaknya seorang muslim menimbang manfaat dan mudarat sebelum larut dalam hiburan sementara. Semoga Allah menjadikan kita hamba yang menjaga waktu dan amanah-Nya. Aamiin []
REFERENSI: KONSULTASI SYARIAH
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

