Home Tanya JawabBantahan Atas Orang yang Mengingkari Adzab Kubur

Bantahan Atas Orang yang Mengingkari Adzab Kubur

Dan dalil-dalil lainnya, maka tidak boleh menentang dalil ini dengan ucapan persangkaan bahkan wajib membenarkan dan tunduk kepada nash.

by Abu Umar
0 comments 66 views

Pertanyaan: Bagaimana kita membantah orang yang mengingkari adzab kubur dan beralasan bahwasanya seandainya kuburan itu dibongkar maka kuburan itu tentu didapati tidak berubah, tidak menjadi lebih sempit dan tidak menjadi lebih luas?

Jawaban: Asy-Syaikh menjawab dengan perkataannya

Pertama: Sesungguhnya adzab kubur itu benar secara syar’i. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang keluarga Fir’aun. kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (Dikatakan kepada Malaikat) “Masukkanlah Fir’aun dan kaumnya ke dalam adzab yang sangat keras.” (QS. al-Mukmin: 46) dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Seandainya bukan karena kalian tidak menguburkan tentu aku akan memohon kepada Allah untuk memperdengarkan kepada kalian adzab kubur seperti yang aku dengar.” Kemudian beliau menghadap dengan wajahnya dan berkata: “Berlindunglah kepada Allah dari adzab neraka mereka berkata “Kami berlindung kepada Allah dari adzab neraka.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu bersabda: “Berlindunglah kalian dari adzab kubur.” Mereka berkata: “Kami berlindung kepada Allah dari adzab kubur (Telah terdahulu takhrijnya)

BACA JUGA:  Apakah Setiap Kali Shalat Harus Wudhu Lagi, padahal Belum Batal?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang orang mukmin “Diluaskan kubur baginya sejauh pandangan mata.” (Telah terdahulu takhrijnya).

Dan dalil-dalil lainnya, maka tidak boleh menentang dalil ini dengan ucapan persangkaan bahkan wajib membenarkan dan tunduk kepada nash.

Kedua Pada asalnya adzab kubur itu terjadi pada ruh dan bukanlah suatu perkara yang bisa diindra atas anggota badan, seandainya perkara itu bisa dirasakan oleh badan maka tidak perlu iman kepada yang gha’ib, dan tidak ada faedah iman dengannya, namun hal itu adalah perkara gha’ib, sehingga masalah barzah (alam kubur) tidak bisa dikiaskan dengan keadaan di dunia.

BACA JUGA:  Apakah Adzab Kubur Terhadap Badan dan Ruh?

Ketiga: Sesungguhnya adzab, nikmat, luasnya, dan sempitnya alam kubur itu hanya dirasakan oleh mayit tanpa selainnya, seseorang kadangkala melihat dalam mimpi sedangkan dia tidur diatas kasurnya, sedang berdiri, pergi, kembali memukul dan dipukul, dan kadang dia melihat dalam tempat yang sempit lagi sepi atau ditempat yang luas lagi indah sedang orang yang disekitarnya tidak melihat hal itu, dan tidak merasakannya. Maka yang wajib bagi manusia dalam perkara seperti ini untuk mengatakan kami mendengar patuh, beriman, dan membenarkan.

(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 2/33) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012 

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119