Home Tanya JawabBagaimana Cara Mengobati Penyakit Was-was (Ragu-ragu)?

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Was-was (Ragu-ragu)?

Berlindung kepada Allah, yaitu dengan mengucapkan a'udzu billahi minasy syetanir rajiim, (dan berhentilah) maknanya berpaling dari hal itu dan jangan berpikir tentangnya sedikitpun.

by Abu Umar
0 comments 177 views

Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’la senantiasa membalasmu dengan kebaikan ada seorang pemuda yang melakukan kemaksiatan yang banyak, kemudian bertekad untuk berdakwah, lalu syetan menggoda untuk memberikan rasa waswas kepadanya bahwa Allah tidaklah benar, dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak benar dan kisah para sahabat hanyalah sebuah khurafat, apakah akan dihukum jika berpikiran seperti itu?

Jawaban: Ini adalah waswas, semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan barakah kepadamu. Yaitu waswas yang dimasukkan syetan kedalam hati orang yang beriman.

BACA JUGA:   Apa Itu Rukun Iman dan Cabang-cabangnya?

Hal seperti ini pernah terjadi kepada para sahabat, mereka datang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan berkata: “Sesungguhnya salah satu dari kami mendapati dalam dirinya sesuatu yang seandainya ia jatuh dari langit daripada dia berkata-kata dengannya atau seandainya dia menjadi arang yang terbakar dan dia tidak berkata-kata dengannya.” Maka beliau menjawab: “Itulah yang dinamakan iman yang sebenarnya.” (Dikeluarkan oleh Muslim).

Yaitu iman yang murni. Hal itu menunjukkan tanda-tanda iman yang murni. Kenapa? Karena syetan ketika melihat seseorang menuju kepada kebenaran, maka dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memalingkannya. Jika sudah berpaling maka sudah cukup, dia tidak akan menggoda dan memasukkan rasa waswas, karena hatinya sudah gelap.

BACA JUGA:  Apa Maksud dari “Iman Itu Akan Kembali ke Madinah”?

Kesimpulan dari hal diatas sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ ذَلِكَ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ

“Jika salah seorang diantara kalian menjumpai hal itu, maka mintalah perlindungan kepada Allah dan berhentilah.” (Dikeluarkan oleh Muslim).

Berlindung kepada Allah, yaitu dengan mengucapkan a’udzu billahi minasy syetanir rajiim, (dan berhentilah) maknanya berpaling dari hal itu dan jangan berpikir tentangnya sedikitpun.

(Liqaa’aat al-Baabil Maftuuh no. 648) []

Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Muhaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119