Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia, ditanya apakah benar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah terkena sihir?
Jawaban: Ya benar, telah shahih dalam ash-Shahihain dan selain keduanya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tersihir. Tetapi tidak memberi pengaruh kepada beliau dari segi syari’at atau wahyu.
BACA JUGA: Waspada, Penyakit Ain
Sesungguhnya tujuan dari sihir itu hanya sampai ke tingkat memberi khayalan kepada beliau bahwa beliau mengerjakan sesuatu padahal beliau tidak mengerjakan sesuatu, sihir ini dilakukan oleh seorang Yahudi yang bernama Labid bin al-A’sham. Akan tetapi Allah Subhanahu wa Ta’la menyelamatkan beliau sehingga turun wahyu tentang hal itu yaitu dua surat muawidzatain.
Dan sihir ini tidak memberi pengaruh dalam kedudukannya beliau sebagai Nabi, karena tidak mempengaruhi dalam tasarruf Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal yang berhubungan dengan wahyu dan ibadah.
Sebagian manusia mengingkari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersihir. Dengan alasan bahwa pendapat ini berkonsekuensi untuk membenarkan orang yang zhalim dimana mereka berkata: إن تَتَّبَعُونَ إِلا رَجُلا مُسْحُورًا “Kamu tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang terkena sihir.” (QS. al-Israa’: 47)
BACA JUGA: Apa Pengaruh Jin terhadap Manusia, dan Cara Melindungi Diri dari Gangguannya?
Akan tetapi tidak diragukan lagi bahwa hal itu tidak berkonsekuensi membenarkan orang-orang yang zhalim dalam mensifati Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya mereka menjuluki bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersihir. Karena mereka mendakwakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam disihir dalam apa yang beliau bicarakan tentang wahyu, dan bahwa apa yang beliau bawa adalah igauan sebagaimana igauan orang yang terkena sihir.
Adapun sihir yang terjadi pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak mempengaruhi sedikitpun dari wahyu dan juga dari ibadah, dan tidak boleh bagi kita untuk mendustakan kabar yang benar hanya dengan pemahaman dangkal yang mereka fahami.
(Majmuu’ Fataawaa asy-Syaikh 2175) []
Sumber: Al-Fatawa Al-Muhimmah (Fatwa-fatwa Penting dalam Sehari-hari jilid 1) / Penulis: Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin / Penerbit: Pustaka as-Sunnah / Cetakan 2, Maret 2012
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

