Home TsaqofahKebodohan Menyeret kepada Perbuatan Buruk

Kebodohan Menyeret kepada Perbuatan Buruk

by Abu Umar
0 comments 63 views

Asal mula yang menjerumuskan manusia kepada keburukan adalah kebodohan karena dengan ketiadaan ilmu, maka hal itu akan membawanya kepada bahaya yang lebih besar, atau menyangka bahwa sesuatu itu dapat mendatangkan manfaat yang lebih besar.

Oleh karena itu para sahabat berkata, “Setiap yang mendurhakai berarti dia orang yang bodoh.”

BACA JUGA: Pendapat-pendapat Para Ulama dalam Hal Melafazkan Niat

Mereka memahami hal tersebut berdasarkan penafsiran mereka terhadap firman Allah Ta’ala dalam Quran Surat Al Fathir ayat 1

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ فَاطِرِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ جَاعِلِ الْمَلٰۤىِٕكَةِ رُسُلًاۙ اُولِيْٓ اَجْنِحَةٍ مَّثْنٰى وَثُلٰثَ وَرُبٰعَۗ يَزِيْدُ فِى الْخَلْقِ مَا يَشَاۤءُۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ ۝١

“Segala puji bagi Allah, Pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap. Masing-masing (ada yang) dua, tiga, dan empat. Dia menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Syukur tidak terjadi kecuali atas nikmat, dan jika dilihat dari segi ini ia lebih khusus daripada pujian. Akan tetapi rasa syukur akan dapat direalisasikan dengan hati dan seluruh anggota tubuh.

Demikian pula pujian bisa dengan hati dan lidah, maka dari Sisi ini syukur lebih umum dari segi keragamannya, sementara pujian lebih umum dari sisi penyebabnya.

BACA JUGA:  Jika Malu Dicabut dari Diri

Hal ini didasarkan pada hadist: “Segala puji bagi Allah adalah inti syukur maka siapa yang tidak memuji Allah berarti dia tidak bersyukur kepadanya. ” Diriwayatkan oleh AbduRazak dan Al Baihaqi dalam Syaab Al Iman, keduanya dengan lafaz yang mirip.

Juga dalam hadist shahih: “Sesungguhnya Allah senang kepada hamba yang makan makanan lalu ia memuji Allah atasnya, dan minum-minuman lalu ia memuji Allah atasnya.” (Diriwayatkan oleh Muslim, An-Nasa’i, Tirmidzi, dan Ahmad) []

Sumber: Tazkiatun Nafs, Menyucikan Jiwa dan Mencerminkan Hati dengan Akhlak yang Mulia, Karya: Saikhul Islam Ibnu Taimiyah, Penerbit Darus Sunnah, Jakarta Timur,  Cetakan 2022

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119