Al-Imam Ibnu Abi Dunya Rahimahullah pernah mengatakan:
“Mereka dulu (orang-orang shalih terdahulu) berharap mendapat demam satu malam.” (Dinukil dari kitab al-Mu’min Baina ash-Shihati wa al-Maradhi, diterjemahkan dengan judul Indahnya Sakit & Nikmatnya Sehat, hlm. 36)
Karena mereka bisa melihat isi, tidak hanya melihat bungkus. Mereka mengetahui hikmah dan sisi lain dari satu penyakit yang menimpa seorang manusia.
BACA JUGA: 2 Hal yang Harus Diingat ketika Sakit
Allah berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. al-Baqarah: 155)
Semua manusia sama. Setiap orang mendapatkan ujian dan cobaannya masing-masing. Yang membedakan mereka hanyalah cara menghadapinya. Ada yang berkeluh kesah, merasa sempit lalu mengumpati takdir Allah. Ada pula yang sabar dan bahkan bersyukur terhadap cobaan tersebut.
Semoga Allah merahmati orang-orang yang beriman. Karena hanya orang-orang yang berimanlah yang mampu menyikapi segala sesuatu dengan cara terbaik.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Urusan seorang mukmin itu sungguh sangat mengagumkan, karena semua urusannya menjadi kebaikan. Dan yang demikian itu hanya terjadi di kalangan orang-orang mukmin. Jika dianugerahi kebaikan maka ia bersyukur, dan syukurnya itu merupakan kebaikan baginya. Dan apabila ia ditimpa kesulitan, maka ia pun bersabar, dan kesabarannya itu menjadi kebaikan baginya.” (HR. Muslim: 2999)
Di antara cobaan yang ditimpakan Allah kepada hamba-Nya adalah sakit. Nyaris tiada orang yang hidup tanpa pernah merasakan sakit, betapa pun manusia menginginkannya. Fulan tak bisa melihat, matanya sakit, tak seperti biasanya. Fulan yang lain tak mampu bangkit dari pembaringannya. Seluruh tubuhnya mati rasa, tak bisa digerakkan lagi seperti kemarin lusa.
وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ
“Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kepada Kamilah kalian kembali.” (QS. al-Anbiya’: 35)
BACA JUGA:
Keutamaan Memuji Allah Ketika Sakit
“Betapa nikmatnya sehat.” Itulah yang sering kali diucapkan orang-orang sakit. Padahal keduanya; sakit dan sehat adalah nikmat. Hanya saja tidak banyak orang yang dapat melihat isi. Manusia biasanya hanya melihat bungkus. Ketika melihat sesuatu yang tampaknya tidak menyenangkan, ia akan berhenti di sana dan kemudian membesar-besarkannya.
Sakit, meski satu sisi adalah suatu yang tidak menyenangkan, tidak diharapkan. Tapi di sisi lain adalah suatu yang indah dan nikmat yang luar biasa. Oleh karena itu, dahulu ada di antara salafush shalih yang berharap agar ditimpa sakit. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

