Hidayah adalah anugerah terbesar dari Allah.
Tanpa hidayah, manusia akan tersesat.
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa hidayah memiliki beberapa tingkatan.
Semua tingkatan itu disebutkan dalam Al-Qur’an.
Pertama: Hidayah Umum
Ini adalah hidayah yang mencakup seluruh makhluk.
Manusia, hewan, dan semua ciptaan Allah mendapatkannya.
Hidayah ini berupa kemampuan untuk hidup sesuai fitrah.
Makan, berjalan, berkembang, dan bertahan hidup.
Allah Ta’ala berfirman:
“Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi.
Yang menciptakan lalu menyempurnakan.
Yang menentukan kadar lalu memberi petunjuk.”
(QS. Al-A’laa: 1–3)
BACA JUGA: Nasihat dari Sang Menara Hidayah
Dalam ayat ini terdapat empat tahapan.
Allah menciptakan.
Allah menyempurnakan ciptaan-Nya.
Allah menentukan kadar dan kebutuhan hidup.
Lalu Allah memberi petunjuk.
Inilah hidayah umum.
Semua makhluk memilikinya.
Kedua: Hidayah Bayan wa Dalalah
Hidayah ini berupa penjelasan.
Berupa penyampaian kebenaran.
Melalui rasul, kitab, dan dakwah.
Namun hidayah ini tidak menjamin seseorang beriman.
Seseorang bisa tahu kebenaran.
Tetapi menolaknya.
Allah Ta’ala berfirman tentang kaum Tsamud:
“Adapun kaum Tsamud, Kami telah memberi mereka petunjuk,
tetapi mereka lebih menyukai kesesatan daripada petunjuk.”
(QS. Fussilat: 17)
Mereka sudah dijelaskan jalan yang benar.
Namun mereka memilih kebatilan.
Ketiga: Hidayah Taufik dan Ilham
Ini adalah hidayah yang paling agung di dunia.
Hidayah untuk menerima kebenaran.
Hidayah untuk mengamalkannya.
Hidayah ini hanya Allah yang memberikannya.
Tidak bisa dipaksakan.
Tidak bisa diwariskan.
Allah Ta’ala berfirman:
“Allah menyeru ke Darussalam.
Dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Yunus: 25)
Rasul pun tidak mampu memberi hidayah taufik.
Allah menegaskan:
“Sesungguhnya engkau tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau cintai.
Tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Qasas: 56)
Ada orang paham agama.
Namun hatinya belum terbuka.
Karena taufik belum Allah berikan.
Keempat: Hidayah di Akhirat
Ini adalah hidayah menuju tempat akhir.
Menuju surga atau neraka.
Hidayah ini tampak pada hari kiamat.
Allah Ta’ala berfirman:
“Kumpulkanlah orang-orang zalim dan teman-teman mereka.
Lalu tunjukkan mereka jalan menuju neraka Jahim.”
(QS. As-Saffat: 22–23)
BACA JUGA: Daripada Rezeki, Hidayah Allah Lebih kita Butuhkan
Orang beriman pun akan mengenang hidayah Allah.
Mereka bersyukur di dalam surga.
Mereka berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami petunjuk ke tempat ini.
Seandainya Allah tidak memberi petunjuk, kami tidak akan mendapatkannya.”
(QS. Al-A’raf: 43)
Inilah puncak hidayah.
Hidayah yang berbuah keselamatan abadi.
Penutup
Hidayah bukan sekadar tahu.
Bukan sekadar mendengar.
Tetapi karunia dari Allah.
Maka jangan merasa aman.
Teruslah memohon hidayah.
Karena tanpa hidayah, manusia akan binasa.
📚 Miftah Daar As-Sa‘adah, 1/303–305 []
RUJUKAN: RUMAYSHO
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

