MUSIBAH bisa datang kapan pun, dimana pun dan menimpa siapa pun. Itu sunatullah. Musibah, meski berwujud dalam satu bentuk, dapat dimaknai dalam berbagai sudut pandang.
Musibah bisa berarti sebagai adzab, peringatan, ujian atau cobaan. Pemahaman terhadap musibah dari sudut pandang ini lebih utama, karena dapat menimbulkan introspeksi—mendorong manusia mengoreksi kekurangan-kekurangannya lalu kemudian berusaha memperbaiki diri.
Sebagai muslim, ketika menghadapi musibah ternyata ada tuntunannya. Maka ucapkanlah doa berikut:
BACA JUGA: Doa Ketika Iman Tengah Turun
إنّاَ لِلهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجُرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها
Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya”
Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan bahwa barangsiapa membaca doa tersebut, niscaya Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan memberinya ganti yang lebih baik daripadanya. (Lihat Muhyiddin Abi Zakariya Yahya bin Syaraf An-Nawawi, Al-Adzkâr, Penerbit Darul Hadits, Kairo, Mesir).
BACA JUGA: Doa Memohon Dikarunia Anak yang Shalih
Redaksi doa tersebut menyiratkan pesan tentang hakikat kepemilikan yang seluruhnya dikembalikan kepada Allah sebagai Pemilik Sejati. Berikut mengenai ajaran bahwa segenap musibah tak ada yang sia-sia, bahkan bisa berpahala, bila si penerima musibah mampu menyikapinya secara tepat.
Doa itu juga mengandung optimisme, ditandai dengan harapan kepada Allah akan karunia pengganti yang lebih baik. Wallahu a’lam. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

