Home SirahDua Wewangian Nabi ﷺ

Dua Wewangian Nabi ﷺ

by Abu Umar
0 comments 104 views

Hasan bin Ali bin Abu Thalib

Hasan lahir pada pertengahan bulan Ramadhan tahun ketiga hijriyah, ia adalah anak pertama Ali dan Fatimah.
“Aku ingin melihat anakku,” pinta Nabi

Mereka lalu menunjukkan si bayi. Nabi memandangnya dengan penuh cinta dan kasih sayang. Beliau tampak berpikir, lalu bertanya, “Akan kauberi nama siapa bayi ini?”

Ali adalah lelaki kesatria dan pemberani. Ia ingin anaknya kelak mencintai orang-orang yang mulia, berjihad melawan orang-orang kafir, memerangi musuh, dan berjuang membela agama Allah. Ia pun menamai anaknya itu Harb, yang berarti peperangan.

Tetapi, nampaknya Nabi tidak suka dengan nama itu. Meski seorang panglima perang, tetapi beliau sangat lembut dan juga penyayang. Dengan kelembutan seorang Nabi, beliau kemudian berkata, “Namanya Hasan.”

Pada hari ketujuh kelahiran Hasan, Nabi mengumandangkan azan di telinganya lalu menggelar akikah. Kemudian menyuruh supaya mencukur rambut dan ditimbang dengan perak, lalu perak itu disedekahkan.

BACA JUGA:  Keutamaan Istri-istri Nabi ﷺ

Hasan bin Ali bin Abu Thalib

Husein dilahirkan pada kamis bulan Sya’ban tahun keempat hijriyah. Nabi sangat bahagia dengan kelahiran Husein, sama seperti saat kelahiran Hasan.

Setelah diperhatikan, beliau menatap si bayi dengan tatapan lembut, lalu bertanya nama untuk anak itu. Ali pun menjawab seperti dulu, “Kuberi nama ia Harb.”

Nabi pun menolak seperti dulu, kemudian berkata “Namanya Husein,” kata Nabi. Nabi memang lembut dan menyukai nama yang baik.

Nabi pun menggelar akikah untuk Husein sama seperti yang beliau lakukan untuk Hasan.

Rasulullah sangat mencintai Hasan dan Husein.

“Mereka berdua adalah penghulu pemuda ahli Surga,” kata Nabi.

Beliau juga pernah berdoa, “Ya Allah, aku sangat mencintai mereka. Maka cintailah mereka dan orang-orang yang mencintai mereka.”

Ketika tiba di depan para sahabat, beliau berkata, “Siapa yang mencintai mereka berarti mencintaiku, siapa yang membenci mereka berarti membenciku.”

Suatu hari, Umar melihat Hasan dan Husein sedang menaiki punggung Nabi dan berkata, “Sebaik-baik kuda tunggangan adalah yang ditunggangi kalian.”

Lalu Nabi menjawab, “Sebaik-baik penunggang kuda adalah mereka berdua.”

BACA JUGA: Nabi Menikah dengan Khadijah

Jika Hasan dan Husein menunggangi Nabi saat beliau sedang shalat, beliau tidak akan menurunkan mereka sampai mereka sendiri yang turun. Jika kemudian rukuk, beliau merenggangkan agak lebar agar mereka bisa bermain di bawahnya.

Suatu ketika, Abu Ayyub al-Anshari berkunjung ke rumah Nabi, dan melihat Hasan dan Husein sedang bermain bersama beliau.

“Wahai Rasulullah, apakah engkau mencintai mereka?” tanya Abu Ayyub.

“Bagaimana tidak? Mereka adalah dua wewangianku di dunia yang selalu kuhirup aromanya,” jawab beliau dengan mantap. []

Sumber: Sahabat-Sahabat Cilik Rasulullah, karya Dr. Nizar Abazhah, terbitan Dar al-Fikr, Damakus: 2009., hal. 84, 84, 86, 87, 88, 89, 90.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119