Istighfar-nya Rasulullah
Rasulullah ﷺ memberikan contoh istighfar yang komprehensif, seperti dalam riwayat yang dinukilkan oleh Imam al-Hakim.
Rasulullah ﷺ memberikan contoh istighfar yang komprehensif, seperti dalam riwayat yang dinukilkan oleh Imam al-Hakim.
Itu semua tentunya akan melahirkan ma’rifatullah (pengenalan terhadap Allah), keimanan kepada-Nya, serta keimanan kepada kesempurnaan dan keagungan sifat-sifat-Nya.
Untuk itu mari maksimalkan dua hari tersebut agar saat amal kita diperiksa, maka hal itu bisa membuat dosa-dosa kita diampuni.
Kita memohon kepada Allah semoga Dia meneguhkan iman kita ketika masih hidup dan ketika akan meninggal dunia.
Orang itu menjawab, “Demi Allah, sesungguhnya aku meminta kain itu kepada Rasulullah bukan untuk kukenakan, akan tetapi aku ingin menjadikannya sebagai kain…
Redaksi doa tersebut menyiratkan pesan tentang hakikat kepemilikan yang seluruhnya dikembalikan kepada Allah sebagai Pemilik Sejati.
Jangan pula khawatirkan masa depanmu, karena itu di tangan Allah
Hamba tersebut tidak mau mengenal Allah, tidak peduli kepada Allah dan agama-Nya, bahkan ia lari jauh dari Allah.
Maka seseorang yang duduk bertanya, ‘Bagaimana seseorang bisa memperoleh seribu kebaikan?’
Seketika, ia melihat seorang anak kecil penggembala kambing lewat di hadapan mereka. Abdullah bin Umar RA memanggilnya dan mengajaknya makan bersama.
Rasulullah berkata, “Lemparkan sesuatu ke muka kambing-kambing itu niscaya akan kembali kepada pemiliknya.”