Jangan Terburu-Buru, Shalatlah dengan Thuma’ninah
Hadis ini memberikan pelajaran penting bahwa shalat tidak cukup hanya dengan melakukan gerakan-gerakannya. Setiap gerakan harus dilakukan dengan benar dan tenang.
Hadis ini memberikan pelajaran penting bahwa shalat tidak cukup hanya dengan melakukan gerakan-gerakannya. Setiap gerakan harus dilakukan dengan benar dan tenang.
Ketika kita diberi kesempatan untuk mengenal kebenaran dan mencintai ketaatan, sudah sepantasnya kita bersyukur.
Jangan sampai seseorang sibuk mempelajari persoalan agama yang sifatnya tambahan, tetapi belum mengetahui ilmu dasar yang wajib diamalkan dalam kehidupannya.
Yang perlu diperhatikan adalah apakah ilmu tersebut membawa kepada kebaikan atau keburukan serta bagaimana ilmu itu digunakan.
Jika mereka telah wafat, doakanlah ampunan dan rahmat untuk mereka. Jika mereka masih hidup, doakan kesehatan, keberkahan, dan kebaikan bagi mereka.
Lebih berat lagi apabila seseorang bukan sekadar bertanya, tetapi membenarkan perkataan tukang ramal dan meyakini bahwa ia mengetahui perkara gaib.
Jangan merasa cukup hanya karena sebuah amalan sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat.
Semakin sering seorang hamba bersujud dengan ikhlas dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, semakin banyak pula kesempatan baginya mendapatkan ampunan dan kenaikan derajat.
Bukan berarti kita tidak boleh menilai perbuatan sebagai baik atau buruk. Namun, kita harus berhati-hati dalam menilai kedudukan seseorang di sisi Allah.
Fitnah Dajjal akan sangat besar, tetapi seorang mukmin tidak boleh takut kepada Dajjal melebihi takutnya kepada Allah.
Dari teks-teks di atas jelas bahwa apa yang dilihat manusia pada Dajal tidaklah benar seperti apa adanya, tapi justru kebalikannya.
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan dari fitnah Dajjal dalam shalat, terutama dengan membaca doa perlindungan dari empat perkara, di…