Wakaf Sumur Utsman bin Affan
Utsman setuju dan itu dijual seharga 20 ribu dirham, yang kemudian ia berikan sebagai wakaf dengan nama Allah (wakaf lillah) untuk diminum…
Utsman setuju dan itu dijual seharga 20 ribu dirham, yang kemudian ia berikan sebagai wakaf dengan nama Allah (wakaf lillah) untuk diminum…
Dan akhirnya Utsman RA tidak ingin menjual melainkan menginginkan untuk menyedahkannya untuk kamu muslimin.
Melihat Umar datang, spontan Khabbab menyelinap ke bagian belakang rumah, sedangkan saudara perempuan Umar menutupi lembaran Al-Qur’an tersebut. “Apa gerangan suara bisik-bisik…
Melihat perubahan pada diri pelayannya itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Tsauban, “Wahai Tsauban, apakah yang terjadi pada dirimu?”
Diriwayatkan oleh Mujahid bahwa Ibnu Abbas bertanya kepada Umar, “Mengapa engkau dijuluki al-Faruq?”
Dia sangat ingin menghapal Al Quran sehingga tidak jarang dia selalu berusaha menarik perhatian Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Air yang mengalir di dalamya adalah air yang nikmat rasanya. Pepohonannya rindang. Pohon kurmanya pun menjulang tinggi.
Orang itu lalu berkata : ''Maukah aku tunjukkan kepadamu cara yang lebih baik daripada itu?''
Umar kemudian bertanya, "Apakah semua kaum muslimin mendapatkan kiriman gula-gula ini?"
Abu Lahab menanggapi, ‘Celakalah engkau sepanjang hari ini! Apakah hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?’
Tak henti-hentinya Nabi menjalin hubungan silaturahim dengan Tsuwaibah.
Abu Bakar juga pernah memberikan keterangan langsung perihal alasannya tidak meminum khamr.