Menjaga Pandangan dan Meraih Kekhusyukan dalam Shalat
Shalat bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga ibadah yang membutuhkan ketenangan hati dan kesungguhan jiwa
Shalat bukan sekadar rangkaian gerakan dan bacaan, tetapi juga ibadah yang membutuhkan ketenangan hati dan kesungguhan jiwa
Tidak perlu berlama-lama jika ada kebutuhan yang mendesak. Namun, ketika memiliki kesempatan, manfaatkanlah waktu yang singkat itu dengan sebaik-baiknya.
Ada amal yang boleh ditampakkan untuk memberi teladan dan mendorong orang lain berbuat baik, selama niatnya tetap terjaga.
Bacalah Surah Al-Mulk dengan berusaha memahami maknanya, bukan sekadar mengejar jumlah bacaan. Jadikan ia bagian dari kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap malam.
Kita tidak tahu amal mana yang menjadi sebab turunnya rahmat Allah kepada kita. Maka, teruslah berbuat baik, sekalipun sederhana.
Enam perkara ini menunjukkan bahwa kesalehan bukan hanya hubungan seorang hamba dengan Allah, tetapi juga tercermin dalam perilakunya terhadap manusia.
Biasakanlah mengucapkannya dengan hati yang memahami maknanya, terutama ketika menghadapi kesulitan.
Jika kita masuk masjid dan belum duduk, manfaatkanlah kesempatan itu untuk menunaikan dua rakaat.
Semakin kita mengenal ajaran beliau, semakin besar pula kesempatan kita untuk memperbaiki kualitas ibadah dan akhlak.
Tersenyumlah kepada keluarga. Sambutlah sahabat dengan wajah ceria. Sapalah saudara dengan santun. Tebarkan kebaikan tanpa menunggu balasan.
Sudah berapa kali hari ini kita memohon ampun kepada Allah? Berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk urusan dunia, sementara lisan kita…
Rasulullah ﷺ sendiri dikenal memperbanyak istighfar dan mengajarkan umatnya untuk senantiasa bertobat.