Home » Tiga Perkara agar Amal Kebaikan Menjadi Sempurna

Tiga Perkara agar Amal Kebaikan Menjadi Sempurna

by Abu Umar
0 comments 48 views

Ada kebaikan yang tertunda karena kita terlalu banyak berpikir. Ada pula amal yang kehilangan nilainya di hati karena kita merasa telah melakukan sesuatu yang besar. Bahkan, ada kebaikan yang semula tulus, tetapi perlahan tercampuri keinginan untuk mendapatkan pujian manusia.

Ja’far bin Muhammad pernah memberikan nasihat kepada Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah:

“Tidaklah sempurna perbuatan baik kecuali dengan tiga perkara: segera mengerjakannya, menganggapnya sebagai amalan yang kecil, dan menyembunyikannya dari manusia.” (*Hilyatul Auliya’*, 3/198).

Pertama, segera mengerjakannya.

Ketika Allah membuka kesempatan untuk berbuat baik, jangan terlalu lama menunda. Keinginan bersedekah, membantu sesama, menuntut ilmu, atau memperbaiki diri perlu diikuti dengan tindakan nyata. Kita tidak pernah tahu apakah kesempatan yang sama akan datang kembali.

BACA JUGA:   Mendoakan Kaum Muslimin, Dapatkan Pahala Kebaikan yang Luar Biasa

Allah berfirman, “Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.” (QS. Al-Baqarah: 148).

Kedua, menganggap amal sebagai sesuatu yang kecil.

Bukan berarti meremehkan kebaikan, melainkan tidak merasa diri hebat setelah melakukannya. Sebesar apa pun amal kita, semuanya tetap kecil dibandingkan nikmat Allah yang tidak terhitung.

Sikap ini menjaga hati dari ujub, yaitu kekaguman berlebihan terhadap diri sendiri. Orang yang rendah hati tidak sibuk menghitung amalnya, tetapi sibuk memperbaiki kekurangannya.

BACA JUGA: Sembunyikanlah Amal Kebaikanmu

Ketiga, menyembunyikan amal dari manusia.

Amal yang tersembunyi dapat menjadi ruang untuk menjaga keikhlasan. Ketika tidak ada yang melihat, tidak ada tepuk tangan, dan tidak ada pujian, kita belajar melakukan kebaikan semata-mata karena Allah.

Namun, bukan berarti semua amal harus dirahasiakan. Ada amal yang boleh ditampakkan untuk memberi teladan dan mendorong orang lain berbuat baik, selama niatnya tetap terjaga.

Rasulullah ﷺ menjelaskan tentang salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat, yaitu orang yang bersedekah dengan begitu tersembunyi hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya (HR. Bukhari dan Muslim).

Pada akhirnya, kebaikan bukan hanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita melakukannya dan apa yang tersimpan di dalam hati.

**Segerakan kebaikan, jangan membanggakannya, dan jagalah keikhlasan dalam mengerjakannya.** Semoga Allah menerima amal-amal kita, meski kecil di mata manusia. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119