Setiap Muslim yang Terkena Musibah
Demikianlah seharusnya sikap seorang wanita muslimah dalam menyikapi setiap musibah yang menerpanya. Ia tidak membatasi kebahagiaannya pada satu pintu kehidupan.
Demikianlah seharusnya sikap seorang wanita muslimah dalam menyikapi setiap musibah yang menerpanya. Ia tidak membatasi kebahagiaannya pada satu pintu kehidupan.
Hasan juga sering mengatakan, "Sungguh, rasa takutmu yang berujung keamanan lebih baik daripada merasa aman tetapi akhirnya ketakutan."
Hanya saja dianjurkan untuk berdoa: "Ya Allah, wafatkan aku tanpa terkena musibah."
Kepada manusia, jika kita diberi sesuatu, katakanlah diberi korek api untuk menyalakan rokok, kita ucapkan, “terima kasih”.
Hendaknya masing-masing anak dari mereka membuka dengan satu juz dari al-Qur'an.
Hajaj kemudian berkata, "Aku telah memaafkan kedua putramu, berkat kejujuranmu."
Orang ini dalam keadaan rela yakni segala sesuatu yang dimilikinya dipersembahkan hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala saja.
Tinggalkan saja dia dan jangan dicela, tinggalkanlah! sebab dia tahu sesuatu yang kalian tak tahu.
Abu Hanifah pulang lalu dengan sopan berkata kepada ibunya, "Abu Abdurrahman Umar bin Dzar berkata kepadamu terkait persoalan ini begini dan begitu.
Ia justru mengatakan, “Ya Allah, segala puji hanya kepada-Mu. Dengan adanya pencuri, penzina dan orang kaya itu!”