Abu Hanifah dan Ummu Imran, Wanita Gila
Dalam ketenangan, Abu Hanifah pernah menyusuri jalanan-jalanan Madinah bersama sejumlah sahabat-sahabatnya.
Dalam ketenangan, Abu Hanifah pernah menyusuri jalanan-jalanan Madinah bersama sejumlah sahabat-sahabatnya.
Dikatakan kepada yang lain: Ucapkan: "La ilaha illallah", ia justru mengucapkan: "Lembu kuning". Rasa cinta dan kesibukan mengurus lembu kuning telah menguasainya.
Dari lebah, kita belajar rendah hati dalam memberi manfaat. Ia tidak perlu diumumkan jasanya, tidak memamerkan hasilnya, namun seluruh dunia menikmatinya.
Orang suruhan Abu Hanifah datang ke majelis Abu Yusuf lalu menanyakan kepadanya seperti yang dikatakan Abu Hanifah.
Dengan malu, orang itu menjawab, "Wahai Abu Hanifah! Aku punya hutang sepuluh ribu dirham padamu, dan hutang itu sudah lama namun belum…
Ketika jalanan lengang dan sepi dia pun membuka tangan ayahnya untuk mengambil jatah sedekah itu dan membawanya pergi. Maka orang tua itu…
Pada mulanya hal itu tidak menarik bagi dia. Namun apa yang dia lihat dari kondisi pamannya mendorong dia untuk mencoba sekali, tiga…
Kalimat ini mengajarkan kepada kita betapa besar keutamaan menjaga hati dan lisan, serta pentingnya menutupi kelemahan kita dari pandangan manusia demi menjaga…
“Pulanglah dahulu, dan tinggalkan untuk keluargamu nafkah yang cukup untuk bekal selama engkau tinggalkan.”
Karena rasa iba atas apa yang terjadi, di antara mereka ada yang menawarkan bantuan berupa emas kepada Imam Ahmad.
la berkata padaku, "Pilih aku atau ibumu yang ada di rumah ini! Aku tidak sanggup lagi bersabar kepadanya.'
Kemudian, dari ruangan itu ayah pergi ke ruangan khusus untuk perawatan bayi-bayi prematur untuk memastikan keadaan adikku.