Ada seseorang yang sering puasa dan ahli ibadah, suatu ketika ia sakit keras dan ia terkena fitnah, aku mendengar orang itu berkata: “Allah membolak-balikkanku di berbagai macam ujian, andai Allah memberiku Firdaus, Allah belum memenuhi balasan atas musibah-musibah yang menimpaku.” Setelah itu ia berkata: “Apa arti ujian ini, bila artinya kematian tentu tidak masalah, tapi penyiksaan ini, apa maksudnya?”
Diriwayatkan dari Abdurrahman al-Yami: “Seseorang ditalqin kalimat syahadat La ilaha illallah saat sekarat, orang itu menggeleng-gelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, ia tidak ber-bicara sepatah katapun sepertinya orang itu berkata padaku: Aku tidak akan mengucapkannya.”
BACA JUGA: Sebab-sebab Suul Khatimah (Kematian yang Buruk)
Imam Ibnu Qayyim berkata: “Seseorang memberitahu tentang seorang kerabatnya kepadaku, ia seorang pedagang kain, saat sekarat ia berkata: ‘Ini potongan kain bagus, sesuai ukuranmu, ini murah seharga sekian dan sekian’. la terus mengucapkan seperti itu hingga mati.”
Rabi bin Murrah bin Ma’bad al-Juhani berkata, ja adalah sosok ahli ibadah di Bashrah: “Aku menemui beberapa orang di Syam, suatu ketika dikatakan kepada seseorang yang tengah sekarat: Hai fulan, ucapkan: La ilaha illallah. la malah berkata: Minumlah dan beri aku minum.”
Dikisahkan kepada kami, suatu ketika ada seorang calo perdagangan sekarat, ada yang berkata padanya: Ucapkan: La ilaha illallah. la malah berkata: Tiga setengah, empat setengah. Percaloan telah mengusai fikirannya.”
Ada seorang akuntan sekarat, ia menghitung dengan jari-jarinya. Dikatakan kepadanya: Ucapkan: “La ilaha illallah.” la malah mengucapkan: “Rumah si A. perbaiki bagian ini dan itunya. Taman si B, kerjakan ini dan itu.”
Dikatakan kepada yang lain: Ucapkan: “La ilaha illallah,” la justru mencemooh: “Kau bodoh.”
Dikatakan kepada yang lain: Ucapkan: “La ilaha illallah”, ia justru mengucapkan: “Lembu kuning”. Rasa cinta dan kesibukan mengurus lembu kuning telah menguasainya.
BACA JUGA: Yang Bisa Mengingatkan kita Akan Kematian
Syaikh Abdu bin Humaid as-Suhaibati menutur sebuah peristiwa terjadi di Qasim beberapa tahun lalu. Beritanya tersebar luas kemanapun. Kisah singkatnya, saat seseorang sekarat, ia menentang Rabb dengan jelas. Sebagian teman yang biasa shalat bersamanya di masjid datang menghampiri. Allah Maha mengetahui isi hati orang itu. Temannya berkata: “Wahai hamba Allah, mushaf yang kau baca ini, bertakwalah kepada Allah dalam dirimu (jangan mencela mushaf).” la menalqinkan kalimat tauhid. Di akhir kisah, temannya bilang: “la mengingkari mushaf dan kalimat La ilaha illallah.” Usianya ditutup dengan kondisi seperti itu.”
Semoga Allah dengan karunia dan kemuliaan-Nya berkenan menyelamatkan kita dan mematikan kita di atas kalimat syahadat. []
Sumber: Ar-Riyad an-Naadirah fii Shahiih ad-Daaril Akhirah (Misteri Kematian – Menguak Fenomena Kematian & Rentetan Peristiwa Dahsyat Menjelang Kiamat / Penulis: Dr. Ahmad Musthafa Mutawalli / Cetakan Pertama: Rabiul Awwal 1439 H/Nopember 2017 M / Penerbit: Pustaka Dhiya’ul Ilmi
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

