Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau berkata:
Saya pernah mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا أَخْلَفَ اللَّهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
“Tidaklah seorang Muslim tertimpa suatu musibah, lalu ia mengucapkan sebagaimana yang diperintahkan Allah: ‘Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya,’ melainkan Allah akan memberinya pahala atas musibah tersebut dan menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik.” (HR. Muslim no. 918)
Doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ ketika tertimpa musibah adalah:
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn. Allāhumma’jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.”
“Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya.”
BACA JUGA:
Ketika Allah Memberi Musibah kepada Orang Beriman, Ada Hikmah di Baliknya
Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang Muslim tidak hanya diperintahkan untuk bersabar ketika musibah datang, tetapi juga diperintahkan untuk kembali kepada Allah dan memohon pahala serta pengganti yang lebih baik.
Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha sendiri pernah mengamalkan doa ini ketika suaminya, Abu Salamah radhiyallahu ‘anhu, meninggal dunia. Kemudian Allah menggantikan untuknya sesuatu yang jauh lebih baik, yaitu dengan menjadikannya sebagai istri Rasulullah ﷺ.
Musibah memang dapat membuat hati terluka. Kehilangan dapat membuat seseorang merasa bahwa tidak ada lagi yang dapat menggantikan apa yang telah pergi.
Namun, Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui.
Boleh jadi sesuatu yang kita kehilangan sangat kita cintai. Tetapi Allah memiliki pengganti yang lebih baik, dengan cara dan waktu yang Dia kehendaki.
BACA JUGA: Syamatah: Sikap Bergembira di Atas Musibah Orang Lain dan Pandangan Islam tentangnya
Maka, ketika musibah datang, jangan hanya menangis dan bersedih.
Ingatlah bahwa kita adalah milik Allah dan segala sesuatu pun akan kembali kepada-Nya.
Ucapkanlah doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Mohonlah pahala kepada Allah atas kesabaran kita.
Dan yakinlah, tidak ada satu pun kesabaran seorang Mukmin yang sia-sia di sisi Allah. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

