Allah menciptakan Adam dalam bentuk penciptaan yang sempurna. Tidak seperti anggapan orang yang tidak berilmu yang menyatakan bahwa manusia tumbuh dan berkembang dari hewan atau tumbuhan. Padahal, sungguh Allah telah menciptakan Adam sejak pertama kali sebagai seorang yang berakal dan dapat berbicara, memahami apa yang diucapkan kepadanya, serta mampu menjawab dengan ungkapan yang sesuai.
Setelah Allah meniupkan ruh kepadanya, Adam bersin, lalu mengucapkan, “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah). Ia memuji Allah dengan seizin-Nya. Kemudian Rabbnya mengucapkan, “Rahimakallah ya Adam” (semoga Allah merahmatimu, wahai Adam).
Lalu Allah meminta Adam untuk pergi kepada para malaikat yang sedang duduk-duduk dan mengucapkan salam kepada mereka. Para malaikat pun menjawab salamnya dengan jawaban yang lebih lengkap.
BACA JUGA: Kisah Nabi Adam dan Penetapan Umur Keturunannya
Kemudian Allah menyampaikan kepadanya bahwa ucapan salam tersebut adalah ucapan salam bagi Adam dan anak-anak keturunannya di antara mereka.
Sungguh, Nabi Adam berjalan, mendengar, berbicara, bersin, berpikir, dan memahami bahasa lawan bicaranya.
Dipahami pula dari hadis tersebut betapa besar penjagaan Allah kepada hamba-Nya, Adam. Ketika Adam bersin lalu mengucapkan, “Alhamdulillah” (segala puji bagi Allah), Allah menjawabnya dengan ucapan, “Rahimakallah ya Adam” (semoga Allah merahmatimu, wahai Adam).
Barang siapa dirahmati oleh Rabbnya, maka ia akan mendapatkan perlindungan, penjagaan, dan kemuliaan dari Allah. Oleh sebab itu, Allah selalu menerima tobat hamba-Nya apabila ia menyimpang dari jalan yang semestinya, lalu kembali kepada Allah.
BACA JUGA: Meninggalnya Nabi Adam ‘Alaihissalam
Sungguh, Allah Jalla wa ‘Ala memaafkan kelalaian kita, menganugerahkan kepada kita keyakinan dan iman yang kuat, melindungi kita dari musuh, serta membantu kita dengan perantaraan para malaikat-Nya.
Sungguh, Allah telah menyyariatkan kepada Adam dan keturunannya, ketika beliau masih di surga, untuk memuji Allah ketika bersin. Apabila ia mengucapkan “Alhamdulillah”, maka orang yang mendengarnya mendoakannya dengan mengucapkan, “Yarhamukallah” (semoga Allah merahmatimu). Allah juga menjadikan ucapan salam tersebut sebagai ucapan salam di antara anak-anak keturunannya. []
Sumber: Kisah-kisah dalam Hadist Nabi Versi Tadabbur (Shahih Al-Qashash An-Nabiwi) / Penulis: Dr. Umar Sulaiman ‘Abdullah Al-Asyqar / Penerbit: Dar An-Nafa’is, Yordania / Cetakan Pertama: 1418 H/1997 M
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

