Home MuhasabahOrang Berakal Menjaga Lisannya

Orang Berakal Menjaga Lisannya

Orang berakal adalah orang yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

by Abu Umar
0 comments 6 views

Lisan adalah nikmat yang sangat besar. Dengannya seseorang dapat membaca Al-Qur’an, berzikir, mengajarkan ilmu, menasihati, mendamaikan orang yang berselisih, dan mengucapkan perkataan yang menyenangkan hati.

Namun, lisan juga dapat menjadi sumber kebinasaan. Satu kalimat bisa melukai hati. Satu ucapan bisa memutus persaudaraan. Bahkan satu perkataan yang tidak dipikirkan dapat menjadi sebab seseorang mendapatkan dosa.

Karena itu, orang berakal tidak akan berbicara sesuka hatinya.

Ibnu Hibban rahimahullah berkata:

“Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika hendak berbicara, ia terlebih dahulu bertanya kepada hatinya.

BACA JUGA: Penyakit-penyakit Lisan

Jika perkataan tersebut bermanfaat baginya, maka ia berbicara. Namun, jika tidak bermanfaat, ia memilih diam.

Adapun orang yang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Ia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya.

Seseorang yang tidak mampu menjaga lisannya berarti tidak memahami agamanya.”

(Raudhatul ‘Uqala, hlm. 49)

Nasihat ini mengajarkan kepada kita pentingnya berpikir sebelum berbicara.

Jangan sampai lisan bergerak lebih cepat daripada akal.

Sebelum mengucapkan sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri: Apakah perkataan ini benar? Apakah bermanfaat? Apakah waktunya tepat? Apakah akan menyakiti orang lain? Apakah Allah meridai ucapan ini?

Jika jawabannya tidak, maka diam sering kali menjadi pilihan yang lebih selamat.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa banyak masalah bermula dari lisan.

Perselisihan keluarga karena ucapan yang kasar. Persahabatan rusak karena perkataan yang merendahkan. Persaudaraan retak karena berita yang belum diperiksa. Bahkan seseorang dapat menyesal sepanjang hidup hanya karena satu kalimat yang terlanjur keluar.

Allah Ta‘ala berfirman:

“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.” (QS. Qaf: 18)

Maka, setiap ucapan kita tercatat.

BACA JUGA:  Mengeluh tentang Cuaca: Antara Kelalaian Lisan dan Adab kepada Allah

Lisan seorang mukmin seharusnya menjadi jalan menuju kebaikan, bukan pintu menuju dosa.

Gunakan lisan untuk berzikir ketika hati sedang gelisah. Gunakan untuk menghibur ketika saudara sedang bersedih. Gunakan untuk menasihati dengan hikmah. Gunakan untuk mengatakan kebenaran dengan cara yang baik.

Dan ketika tidak ada kebaikan yang hendak disampaikan, diam adalah keselamatan.

Orang berakal bukanlah orang yang mampu berbicara tentang segala sesuatu.

Orang berakal adalah orang yang tahu kapan harus berbicara dan kapan harus diam.

Sebab, semakin seseorang memahami agama, semakin ia menyadari bahwa setiap kata memiliki pertanggungjawaban di hadapan Allah.

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119