Pernahkah kita merasa takut ketika melewati tempat yang gelap dan sepi?
Hanya karena suasana yang sunyi, hati mulai membayangkan berbagai macam hal.
Suara kecil terdengar menakutkan.
Bayangan pohon terlihat seperti sesuatu yang menyeramkan.
Padahal, bisa jadi tidak ada apa-apa.
Rasa takut seperti ini terkadang membuat kita lupa bahwa seorang mukmin memiliki perlindungan yang sangat besar dari Allah.
BACA JUGA: Setan Selalu Menakut-nakuti dengan Kemiskinan, Agar Kita Enggan Bersedekah
Setan yang Kita Takuti
Abu Syura’ah mengisahkan:
رآني يحيى بن الجزار وأنا أهاب أن أدخل زقاقا بالليل فقال لي : إن الذي تهاب هو أشد منك فرقا.
“Pernah suatu hari, Yahya bin al-Jazzar melihatku ketakutan ketika hendak melewati sebuah lorong pada malam hari.
Beliau berkata kepadaku, ‘Sesungguhnya yang kamu takuti itu justru lebih takut kepadamu.’” (Aakamul Marjan, hlm. 87)
Perkataan ini memberikan pelajaran yang menarik.
Terkadang kita membayangkan setan sebagai makhluk yang sangat kuat dan tidak terkalahkan.
Padahal, seorang mukmin memiliki sesuatu yang membuat setan takut, yaitu iman kepada Allah dan keteguhan dalam mengingat-Nya.
Setan Tidak Suka Hamba yang Berdzikir
Setan berusaha menakut-nakuti manusia.
Ia ingin membuat manusia cemas.
Ia ingin membuat hati menjadi lemah.
Ia ingin menjauhkan manusia dari mengingat Allah.
Karena itu, ketika rasa takut muncul, jangan biarkan hati semakin larut dalam ketakutan.
Ingatlah Allah.
Bacalah dzikir yang disyariatkan.
Mohonlah perlindungan kepada Allah.
Sebab, kekuatan seorang mukmin bukan terletak pada keberanian dirinya semata.
Kekuatan seorang mukmin terletak pada ketergantungannya kepada Allah.
Jangan Takut kepada Makhluk Melebihi Takut kepada Allah
Takut adalah bagian dari fitrah manusia.
Namun, jangan sampai rasa takut kepada makhluk membuat kita melupakan kekuasaan Allah.
Allah adalah Rabb yang menguasai seluruh makhluk.
Tidak ada sesuatu pun yang terjadi kecuali dengan izin-Nya.
Karena itu, seorang muslim tidak boleh menggantungkan keselamatannya kepada benda, tempat, jimat, atau keyakinan-keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat.
Ia berlindung kepada Allah.
Ia meminta pertolongan kepada Allah.
Ia bertawakal kepada Allah.
Iman Membuat Hati Lebih Tenang
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa ketenangan sejati tidak selalu berasal dari keadaan sekitar.
Tempat yang gelap mungkin tetap gelap.
Malam mungkin tetap sunyi.
Jalan mungkin tetap sepi.
Namun, hati seorang mukmin bisa tetap tenang karena ia tahu bahwa Allah bersamanya.
BACA JUGA: Setan di Waktu Maghrib, Suruh Anak-anakmu di Dalam Rumah
Jangan Memberi Ruang kepada Ketakutan
Ketika rasa takut datang, jangan langsung mengikuti semua bisikan yang muncul di kepala.
Tenangkan diri.
Ingatlah Allah.
Bacalah dzikir.
Mohonlah perlindungan kepada-Nya.
Dan tanamkan dalam hati bahwa setan bukanlah penguasa yang bebas melakukan apa saja kepada manusia.
Ia hanyalah makhluk Allah.
Maka, jangan sampai kita terlalu takut kepada makhluk hingga lupa kepada Dzat yang menciptakan makhluk.
Jika Allah menjadi tempat kita berlindung, tidak ada alasan bagi seorang mukmin untuk hidup dalam ketakutan yang berlebihan.
Semoga Allah menguatkan iman kita, menenangkan hati kita, dan melindungi kita dari gangguan setan yang terkutuk. []
Sumber: Aakamul Marjan fi Ahkam al-Jan, hlm. 87; QS. Ar-Ra’d: 28.
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

