Home Yaumul HisabJadikanlah Akhirat sebagai Tujuan Hidupmu

Jadikanlah Akhirat sebagai Tujuan Hidupmu

Saudaraku, dunia hanyalah tempat singgah. Jangan jadikan ia sebagai tujuan akhir perjalanan kita.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Setiap orang memiliki tujuan hidup.

Ada yang mengejar harta.
Ada yang mengejar jabatan.
Ada yang mengejar popularitas.
Semuanya berharap hidupnya bahagia.

Namun, tidak semua orang memilih tujuan yang benar.

Rasulullah Muhammad ﷺ memberikan sebuah kaidah agung tentang apa yang seharusnya menjadi tujuan utama seorang mukmin.

BACA JUGA:  Jika Akhirat Menjadi Tujuanmu, Dunia akan Datang Menghampirimu

Dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Muhammad ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ، فَرَّقَ اللَّهُ عَلَيْهِ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ، وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كُتِبَ لَهُ، وَمَنْ كَانَتِ الْآخِرَةُ نِيَّتَهُ، جَمَعَ اللَّهُ أَمْرَهُ، وَجَعَلَ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ، وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ

“Barang siapa tujuan hidupnya adalah dunia, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya, menjadikan kefakiran berada di depan kedua matanya, dan ia tidak memperoleh dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya. Barang siapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidupnya, maka Allah akan menyatukan urusannya, menjadikan rasa kaya di dalam hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk.”

📚 HR. Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, dan Al-Baihaqi. Hadits ini dinyatakan shahih.

Saudaraku, perhatikanlah dua keadaan yang sangat berbeda ini.

Orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya tidak akan pernah merasa cukup. Hari-harinya dipenuhi kegelisahan. Satu keinginan terpenuhi, muncul keinginan yang lain. Satu target tercapai, muncul target berikutnya. Hatinya selalu merasa kurang, meskipun hartanya terus bertambah.

Mengapa demikian?

Karena Allah menjadikan kemiskinan selalu berada di depan matanya. Yang dimaksud bukan selalu miskin secara harta, tetapi miskin secara hati. Ia selalu merasa kurang, selalu takut kehilangan, dan selalu cemas terhadap masa depan.

Padahal, dunia yang akan ia peroleh tetap tidak akan melebihi apa yang telah Allah tetapkan baginya.

Sebaliknya, orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan hidup akan merasakan ketenangan yang luar biasa. Ia tetap bekerja, mencari rezeki, membangun usaha, dan menafkahi keluarganya. Akan tetapi, semua itu dilakukan sebagai jalan menuju ridha Allah, bukan sebagai tujuan akhir.

BACA JUGA:  Saudaraku, Bersainglah dalam Urusan Akhirat

Saudaraku, ketika akhirat menjadi tujuan, Allah akan menyatukan urusan-urusannya. Hatinya menjadi tenang. Pikirannya lebih jernih. Hidupnya lebih terarah. Ia merasa cukup dengan rezeki yang Allah berikan, karena kekayaan sejati bukan banyaknya harta, melainkan hati yang penuh dengan qana’ah.

Yang lebih menakjubkan, Rasulullah Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa dunia akan datang kepadanya dalam keadaan tunduk. Artinya, dunia bukan lagi sesuatu yang dikejar dengan penuh kegelisahan, tetapi Allah akan memudahkan berbagai urusan dunia sebagai karunia bagi orang yang mengutamakan akhirat.

Saudaraku, dunia hanyalah tempat singgah. Jangan jadikan ia sebagai tujuan akhir perjalanan kita. Gunakan dunia sebagai bekal untuk meraih kehidupan yang kekal. Carilah harta yang halal, tetapi jangan biarkan harta menguasai hati. Raihlah kesuksesan, tetapi jangan sampai melupakan akhirat. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119