Home Yaumul HisabDi Yaumil Hisab, 5 Pertanyaan yang Tak Terelakkan

Di Yaumil Hisab, 5 Pertanyaan yang Tak Terelakkan

Saudaraku, hadits ini mengingatkan kita bahwa setiap aspek hidup akan dipertanggungjawabkan. Umur, masa muda, harta, dan ilmu adalah nikmat besar dari Allah ﷻ sekaligus ujian.

by Abu Umar
0 comments 198 views

Saudaraku, hari kiamat adalah hari besar yang pasti akan datang. Allah ﷻ berfirman:

وَاتَّقُوْا يَوْمًا تُرْجَعُوْنَ فِيْهِ اِلَى اللّٰهِۗ ثُمَّ تُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَࣖ ۝٢٨١

“Dan takutlah kamu pada hari ketika kamu semua dikembalikan kepada Allah, lalu tiap-tiap diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, dan mereka sedikit pun tidak dizalimi.” (QS. Al-Baqarah: 281).

Hari itu disebut Yaumil Hisab, hari perhitungan amal. Tidak seorang pun akan luput dari pengadilan Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ mengingatkan kita dengan sabdanya:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَه وَفِيمَ أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang anak Adam pada hari kiamat di hadapan Rabbnya hingga ia ditanya tentang lima perkara: tentang umurnya, untuk apa ia habiskan; tentang masa mudanya, untuk apa ia pergunakan; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan; serta tentang ilmunya, apa yang telah ia amalkan.” (HR. At-Tirmidzi, hasan shahih).

Mari kita renungkan lima perkara besar yang akan ditanyakan itu:

1. Umurnya, untuk apa ia habiskan

Umur adalah modal hidup. Setiap detik yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban. Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu hari hilang, maka hilanglah sebagian darimu.”

BACA JUGA:  Keadaan Manusia saat Yaumil Hisab

Banyak manusia lalai, menghabiskan umurnya untuk hal yang tak bermanfaat. Padahal, sekecil apapun amal akan dihitung. Allah berfirman: “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat (balasannya). Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat (balasannya).” (QS. Az-Zalzalah: 7-8).

2. Masa mudanya, untuk apa ia pergunakan

Masa muda adalah puncak kekuatan. Pada saat itulah seseorang diuji dengan syahwat, semangat, dan ambisi. Imam Ibnul Qayyim berkata: “Masa muda adalah masa fitnah yang besar, siapa yang selamat darinya, maka ia akan selamat dari selainnya.”

Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira: “Ada tujuh golongan yang dinaungi Allah pada hari tiada naungan kecuali naungan-Nya, di antaranya pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Maka gunakanlah masa muda dengan ibadah, ilmu, dan amal shalih.

3. Hartanya, dari mana ia dapatkan

Harta bukan sekadar milik pribadi, tapi amanah yang akan dipertanyakan sumbernya. Apakah dari jalan halal atau haram? Abdullah bin Mubarak rahimahullah berkata: “Barang siapa mencari harta dari jalan haram, maka Allah akan menghukumnya dengan membelanjakan harta itu pada yang haram pula.”

Allah mengingatkan: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil.” (QS. An-Nisa: 29). Maka hendaklah seorang muslim berhati-hati dalam mencari nafkah.

4. Hartanya, ke mana ia belanjakan

Setelah didapatkan, harta juga akan ditanya: untuk apa ia digunakan? Apakah untuk kebaikan, menafkahi keluarga, menolong fakir miskin, atau justru dihamburkan dalam kemaksiatan? Umar bin Abdul Aziz rahimahullah pernah berkata: “Harta itu amanah, dan akan datang suatu hari ketika pemiliknya ditanya, apakah ia menunaikan hak Allah di dalamnya atau tidak.”

Ingatlah, harta yang kita belanjakan di jalan Allah tidak akan berkurang, bahkan akan dilipatgandakan.

BACA JUGA:  Yaumil Hisab: Hari Pertanggungjawaban di Hadapan Allah

5. Ilmunya, apa yang telah diamalkan

Ilmu adalah cahaya. Namun cahaya itu bisa menjadi hujjah yang menyelamatkan atau bumerang yang mencelakakan. Al-Fudhail bin ‘Iyadh berkata: “Seorang alim terus menerus bodoh hingga ia mengamalkan ilmunya. Jika ia telah mengamalkan ilmunya, barulah ia benar-benar seorang alim.”

Ilmu tanpa amal hanya akan menambah beban hisab di akhirat. Oleh sebab itu, setiap ilmu yang kita ketahui harus diwujudkan dalam amal nyata.

Penutup

Saudaraku, hadits ini mengingatkan kita bahwa setiap aspek hidup akan dipertanggungjawabkan. Umur, masa muda, harta, dan ilmu adalah nikmat besar dari Allah ﷻ sekaligus ujian. Mari kita manfaatkan sisa hidup dengan ketaatan, menunaikan amanah, serta menjadikan ilmu sebagai jalan amal.

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Hendaknya seseorang menghitung dirinya sebelum ia dihitung, dan menimbang amalnya sebelum ia ditimbang.”

Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dimudahkan hisabnya, dan diberi keselamatan di hari yang berat itu. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119