Home KajianMenanamkan Nilai-nilai Tauhid kepada Anak Sejak Kecil

Menanamkan Nilai-nilai Tauhid kepada Anak Sejak Kecil

Pendidikan tauhid juga tidak cukup hanya dengan teori dan hafalan. Orang tua harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.

by Abu Umar
0 comments 8 views

Pendidikan anak dalam Islam tidak hanya berfokus pada pembentukan akhlak dan kecerdasan, tetapi yang paling utama adalah menanamkan tauhid sejak dini. Tauhid merupakan fondasi seluruh amal dan keyakinan seorang muslim. Oleh karena itu, para ulama memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pendidikan akidah anak sejak mereka masih kecil.

Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

**إِذا كَانَ وَقت نطقهم-أي: الأولاد- فليلقنوا لَا إِلَه إِلَّا الله مُحَمَّد رَسُول الله

وليكن أول ما يقرع مسامعهم معرفَة الله سُبْحَانَهُ وتوحيده
وَأَنه سُبْحَانَهُ فَوق عَرْشه
ينظر إِلَيْهِم
وَيسمع كَلَامهم
وهو معهم أَينما كانوا**

“Apabila anak sudah mulai bisa berbicara, mereka hendaknya diajari mengucapkan, ‘Laa Ilaaha Illallaah Muhammad Rasulullaah.’ Hendaknya yang pertama menancap di pendengaran mereka ialah mengenal dan menauhidkan Allah; meyakini bahwa Allah berada di atas Arsy-Nya, mengawasi mereka, mendengar semua ucapan mereka, dan bersama mereka di mana pun mereka berada.”

📚 Tuhfatul Maudud, 1/232

BACA JUGA: Bagaimana Kita Merealisasikan Tauhid yang Sebenarnya?

Perkataan Ibnul Qayyim rahimahullah ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan tauhid pada masa awal pertumbuhan anak. Saat anak mulai mampu memahami perkataan dan berinteraksi dengan lingkungannya, hendaknya orang tua memperkenalkan siapa Rabb mereka. Anak perlu mengetahui bahwa Allah adalah Pencipta mereka, Pemberi rezeki mereka, dan Dzat yang senantiasa mengawasi seluruh perbuatan mereka.

Penanaman tauhid sejak kecil akan membentuk rasa muraqabah, yaitu perasaan bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui apa yang dilakukan oleh hamba-Nya. Ketika keyakinan ini tertanam kuat dalam hati seorang anak, ia akan lebih mudah diarahkan kepada ketaatan dan dijauhkan dari berbagai perbuatan maksiat.

BACA JUGA: Bilal bin Rabah: Suara Tauhid dari Padang Pasir

Pendidikan tauhid juga tidak cukup hanya dengan teori dan hafalan. Orang tua harus menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang mereka dengar, tetapi juga dari apa yang mereka lihat. Ketika mereka menyaksikan orang tuanya menjaga shalat, berdoa kepada Allah, bertawakal, dan menjauhi kesyirikan, maka nilai-nilai tauhid akan semakin kuat tertanam dalam diri mereka.

Karena itu, hendaknya kaum muslimin memberikan perhatian besar terhadap pendidikan akidah anak-anak mereka. Jangan sampai mereka lebih dahulu mengenal berbagai hal duniawi, sementara pengetahuan tentang Rabb mereka justru terlambat diberikan. Tauhid yang kokoh adalah bekal terbaik yang dapat diwariskan oleh orang tua kepada anak-anaknya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119