Di antara tokoh besar generasi Tabi’ut Tabi’in yang dikenal dengan kezuhudan, ketakwaan, dan kesungguhannya dalam beribadah adalah Abdullah bin Abdul Aziz Al-Umari رحمه الله. Beliau berasal dari Madinah, kota yang dipenuhi jejak perjuangan Rasulullah Muhammad ﷺ dan para sahabatnya. Kehidupannya menjadi teladan bagi kaum muslimin dalam hal wara’, menjaga diri dari syubhat, serta mengutamakan kehidupan akhirat di atas gemerlap dunia yang fana.
Abdullah Al-Umari رحمه الله juga dikenal sebagai seorang ulama yang banyak memberikan nasihat dan pelajaran berharga tentang tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Ucapan-ucapannya sarat dengan hikmah yang lahir dari hati yang hidup dan penuh rasa takut kepada Allah. Beliau wafat pada tahun 184 H di Madinah, meninggalkan warisan ilmu, nasihat, dan keteladanan yang terus dikenang oleh generasi setelahnya.
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Mujahid bin Jabar
Berikut adalah beberapa mutiara nasihat darinya:
عَنْ أَبِي الْمُنْذِرِ إِسْمَاعِيْلِ بْنِ عُمَرَ قَالَ : سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْعُمَرِيَّ يَقُوْلُ : إِنَّ مِنْ غَفْلَتِكَ عَنْ نَفْسِكَ إِعْرَاضُكَ عَنِ اللَّهِ بِأَنْ تَرَى مَا يُسْخِطُهُ فَتُجَاوِزُهُ وَلَا تَأْمُرُ وَلَا تَنْهَى خَوْفًا مِمَّنْ لَا يَمْلِكُ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا.
Dari Abu Mundzir Ismail bin Umar berkata, aku mendengar Abu Abdurrahman Al-Umari berkata, “Sesungguhnya di antara tanda kelalaianmu terhadap dirimu sendiri adalah berpalingnya dirimu dari Allah dengan menyukai sesuatu yang dimurkai-Nya lalu kamu melanggarnya dan keenggananmu untuk beramar makruf nahi mungkar karena takut kepada orang yang tidak mampu mendatangkan madharat dan manfaat.” (11/181).
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Wuhaib bin Ward bin Abul Ward
يَقُولُ : مَنْ تَرَكَ الْأَمْرَ بِالْمَعْرُوْفِ وَالنَّهْيَ عَنِ الْمُنْكَرِ مِنْ مَخَافَةِ الْمَخْلُوقِيْنَ، نُزِعَتْ مِنْهُ هَيْبَةُ اللَّهِ تَعَالَى، فَلَوْ أَمَرَ بَعْضَ وَلَدِهِ أَوْ بَعْضَ مَوَالِيْهِ لَاسْتَخَفَّ بِهِ.
Abdullah bin Abdul Aziz berkata, “Barangsiapa yang meninggalkan amar makruf nahi mungkar karena takut kepada manusia, niscaya kewibawaannya akan dicabut oleh Allah, hingga seandainya dia memerintahkan sebagian anak-anak atau budak-budaknya pasti dia akan diremehkan.” (11/181). []
Sumber: Ensklopedia Hikmah / Penulis: Ibnul Andil Bari El-“Afifi / Penerbit: Kuttab / Cetakan 1, 2021
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

