Nama Mujahid bin Jabar رحمه الله menempati kedudukan yang sangat mulia dalam sejarah keilmuan Islam. Beliau termasuk ulama besar dari kalangan tabi’in yang tumbuh dan berkembang di Makkah. Keutamaannya tampak dalam penguasaan ilmu tafsir Al-Qur’an, hingga banyak ulama setelahnya menjadikan penjelasan beliau sebagai rujukan utama dalam memahami makna ayat-ayat Allah. Beliau juga merupakan murid terkemuka dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, sahabat Nabi ﷺ yang dikenal sebagai turjumanul Qur’an (penafsir Al-Qur’an).
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيُصْلِحُ بصلاح العبد ولده وولد وليه
Mujahid berkata, “Sesungguhnya Allah benar-benar akan menjentikan baik anak dan cucu dari seorang hamba lantaran keshalihan hamba tu.” (11/208).
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ : إِنَّ الْعَبْدَ إِذا أقبل إلى الله عز وجل يقليم أقبلَ اللهُ بِقُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ إِلَيْهِ.
Mujahid berkata, “Sesungguhnya jika seorang hamba menghadap kepada Allah sa dengan hatinya, Allah akan menghadapkan hati orang-orang mukmin kepadanya.” (11/209).
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ : لا تجد النظر إلى أحبك ولا تسأله من أين جنت وأين تذهب.
Mujahidak berkata, “Janganlah engkau menajamkan pandangan kepada saudaramu, dan jangan pula bertanya kepadanya, “Kamu dari mana dan mau kemana?” (11/209).
وَعَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ : إِنَّ لِبَنِي آدَمَ جُلَسَاءً مِنَ الْمَلَائِكَةِ فَإِذَا ذَكَرَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ بِخَيْرٍ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ : وَلَكَ بِمِثْلِهِ وَإِذَا ذَكَرَهُ بِسُوءٍ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ : ابْنَ آدَمَ الْمَسْتُوْرَ عَوْرَتُهُ أَرْبِعُ عَلَى نَفْسِكَ وَاحْمَدِ اللَّهَ الَّذِي سَتَرَ عَوْرَتَكَ.
Dari Mujahid berkata, “Sesungguhnya anak Adam memiliki teman duduk dari kalangan Malaikat. Jika ada seseorang yang menyebut-nyebut kebaikan saudaranya sesama musl berkata, “Kamu akan mendapatkan kebaikan yang serupa.” Dan jika ada yang menyebut-nyebut kejelekan saudaranya, Malaikat berkata, “Wahai anak Adam yang aibnya ditutupi, kasihanilah dirimu sendiri, dan pujilah Allah yang telah menutupi aibmu.” (11/209).
BACA JUGA: Mutiara Nasihat Mujahid bin Jabar
وَعَنْ عُمَرَ بْنِ ذَرَّ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ : إِذَا أَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يَنَامَ فَلْيَسْتَقْبَلِ الْقِبْلَةَ وَلْيَنَمْ عَلَى يَمِينِهِ وَلْيَذْكُرِ اللَّهَ، وَلْيَكُنْ آخِرَ كَلَامِهِ عِنْدَ مَنَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِنَّهَا وَفَاءُ لَا يَدْرِي لَعَلَّهَا تَكُونُ مَنِيَّتَهُ ثُمَّ قَرَأَ: ” وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ ” (سورة الأنعام آية 60.)
Dari Umar bin Dzar dari Mujahid berkata, “Jika salah seorang dari kalian ingin tidur, hendaklah dia menghadap ke kiblat dan tidur di atas lambung kanannya, dan berdzikir kepada Allah serta menjadikan kalimat La ilaha illallah sebagai ucapan terakhirnya, karena kalimat ini adalah janji setia di mana dia tidak tahu barangkali tidurnya itu i itu menjadi akhir hidupnya. Lalu beliau membaca ayat, “Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari.” (Al-An’am [6]: 60). (II/210). []
Sumber: Ensklopedia Hikmah / Penulis: Ibnul Andil Bari El-“Afifi / Penerbit: Kuttab / Cetakan 1, 2021
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

