Home KajianKekayaan dan Kemiskinan Bukan Ukuran Cinta Allah

Kekayaan dan Kemiskinan Bukan Ukuran Cinta Allah

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah harta, jabatan, keturunan, atau kedudukan duniawi, melainkan ketakwaan.

by Abu Umar
0 comments 7 views

Banyak manusia mengira bahwa banyaknya harta merupakan tanda bahwa Allah mencintainya, sementara sempitnya rezeki dianggap sebagai bukti bahwa Allah tidak meridhainya. Padahal anggapan seperti ini tidaklah benar. Dalam pandangan Islam, kekayaan dan kemiskinan hanyalah ujian yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya, bukan ukuran utama kemuliaan atau kecintaan Allah kepada seseorang.

Allah Ta’ala berfirman:

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan baginya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”  (QS. Al-‘Ankabut: 62)

BACA JUGA: Kekayaan Terbesar

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah-lah yang mengatur rezeki seluruh makhluk. Ada yang diberi kelapangan, ada pula yang diberi kesempitan. Semua itu terjadi berdasarkan ilmu, hikmah, dan kehendak Allah yang sempurna.

Menafsirkan ayat ini, Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

الله تعالى يعطي المال من يحب ومن لا يحب ويضيق على من يحب ومن لا يحب وإنما المدار في ذلك على طاعة الله في كل من الحالين إذا كان غنيا بأن يشكر الله على ذلك وإذا كان فقيرا بأن يصبر

“Sesungguhnya Allah memberikan harta kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai. Dia juga menyempitkan rezeki kepada orang yang Dia cintai dan kepada orang yang tidak Dia cintai.

Barometer dalam permasalahan ini tiada lain adalah ketaatan kepada Allah dalam kedua kondisi tersebut. Jika seseorang kaya, maka hendaknya ia bersyukur kepada Allah. Jika ia miskin, maka hendaknya ia bersabar.”  Tafsir Ibnu Katsir (8/388)

Perkataan ini mengandung pelajaran yang sangat berharga. Kekayaan bukanlah bukti kecintaan Allah, sebagaimana kemiskinan juga bukan tanda kebencian Allah. Yang menjadi ukuran sebenarnya adalah bagaimana sikap seorang hamba ketika menghadapi keadaan tersebut.

Orang yang kaya diuji dengan hartanya. Apakah ia bersyukur, menunaikan zakat, bersedekah, dan menggunakan hartanya di jalan yang diridhai Allah? Ataukah ia justru sombong, lalai, dan tenggelam dalam kemewahan?

Sebaliknya, orang yang miskin juga sedang diuji. Apakah ia bersabar, menjaga kehormatan dirinya, tetap taat kepada Allah, dan tidak berputus asa dari rahmat-Nya? Ataukah ia berkeluh kesah dan menyalahkan takdir?

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)

BACA JUGA: 

banner

Doa Berlindung dari Sifat Malas, Pikun, Dosa, Hutang, Fitnah dan Azab Kubur, Fitnah dan Azab Neraka, Fitnah Kekayaan dan Kemiskinan dan Fitnah Dajjal

Ayat ini menegaskan bahwa ukuran kemuliaan di sisi Allah bukanlah harta, jabatan, keturunan, atau kedudukan duniawi, melainkan ketakwaan.

Karena itu, ketika Allah melapangkan rezeki kepada kita, janganlah merasa paling dicintai oleh-Nya hanya karena banyaknya harta yang dimiliki. Dan ketika Allah menyempitkan rezeki, jangan pula merasa hina atau putus asa. Yang terpenting adalah tetap taat kepada Allah dalam setiap keadaan.

Seorang mukmin yang kaya akan bersyukur, dan seorang mukmin yang miskin akan bersabar. Keduanya berada di atas kebaikan selama mereka tetap berpegang teguh kepada ketaatan. Sebab pada akhirnya, yang akan menentukan kedudukan seseorang di sisi Allah bukanlah banyak atau sedikitnya harta, melainkan sejauh mana ia bertakwa kepada-Nya. []

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119