Home KajianCara Taubat dari Dosa Mencuri

Cara Taubat dari Dosa Mencuri

Kembalikan hak manusia. Baru berharap ampunan-Nya.

by Abu Umar
0 comments 183 views

Mencuri adalah dosa besar.
Perbuatan yang dimurkai Allah.
Ia merusak amanah.
Ia melukai hak manusia.

Namun pertanyaannya sederhana.
Bagaimana jika pelakunya ingin bertaubat?

Jawabannya jelas.
Tidak ada kata terlambat.
Selama nyawa masih dikandung badan.

Taubat selalu terbuka.
Pintu ampunan belum ditutup.

BACA JUGA: Meskipun Dia Berzina dan Mencuri?

Imam Al-Ghazali pernah mengingatkan dengan nada yang dalam.
“Jika Allah masih memanjangkan umur kita, itu karena dosa kita banyak dan Allah memberi kesempatan untuk bertaubat.”

Kalimat itu menampar.
Sekaligus menghibur.

Taubat Harus Jujur

Taubat bukan sekadar ucapan.
Ia menuntut kejujuran.
Dan keberanian.

Ulama salaf sepakat.
Taubat dari dosa yang berkaitan dengan hak manusia tidak cukup dengan istighfar.

Hasan Al-Bashri berkata,
“Taubat dari kezhaliman adalah mengembalikan hak kepada pemiliknya.”

Mencuri termasuk di dalamnya.

Harta Curian adalah Harta Haram

Harta hasil mencuri haram.
Tidak boleh dinikmati.
Tidak sah disedekahkan.

Syaikh Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri membagi harta haram menjadi tiga bagian.

Pertama.
Haram karena zatnya.
Seperti khamar dan babi.
Harta ini tidak sah disedekahkan.
Wajib dimusnahkan.

Kedua.
Haram karena hak orang lain.
Seperti HP curian.
Mobil curian.
Harta ini wajib dikembalikan.
Bukan disedekahkan.

Ketiga.
Haram karena cara mendapatkannya.
Seperti riba.
Atau keuntungan dari usaha haram.
Harta ini wajib dibersihkan.

Namun membersihkan bukan berarti sedekah.

Sedekah dari Harta Haram Tidak Diterima

Para ulama salaf tegas dalam hal ini.

Ibnu Taimiyah berkata,
“Harta haram tidak mendekatkan kepada Allah, walau diberikan atas nama sedekah.”

Nabi ﷺ juga bersabda,
“Allah tidak menerima sedekah dari harta ghulul.”

Ghulul adalah harta yang diambil tanpa hak.
Termasuk harta curian.

Sedekah yang diterima Allah hanya dari yang halal.
Dari usaha yang bersih.
Dari tangan yang jujur.

Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Jika harta curian masih ada.
Kembalikan.

Jika pemiliknya diketahui.
Datangi.
Minta maaf.
Serahkan haknya.

Jika tidak diketahui.
Ulama menganjurkan untuk menyerahkan harta itu atas nama pemiliknya.
Bukan atas nama sedekah pribadi.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata,
“Tidak ada taubat bagi orang yang menzalimi hingga ia mengembalikan kezhalimannya.”

Kalimat itu tegas.
Dan adil.

BACA JUGA:  Dosa Meninggalkan Shalat

Penutup

Taubat dari mencuri itu berat.
Tapi mungkin.

Allah Maha Pengampun.
Namun Allah juga Maha Adil.

Kembalikan hak manusia.
Baru berharap ampunan-Nya.

Selama kita masih hidup.
Pintu taubat masih terbuka. []

RUJUKAN: RUMAYSHO

Ikuti kami selengkapnya di:

WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

Ikuti kami di Facebook Humayro. Satu tempat untuk pembelajaran tiada henti. Pembelajaran setiap hari. Pembelajaran sepanjang hayat.

Subscribe

Subscribe my Newsletter for new blog posts, tips & new photos. Let's stay updated!

Humayro.com – Belajar Sepanjang Hayat.  Kantor : Jalan Taman Pahlawan Gg. Ikhlas No. 2 RT18/RW 08 Purwakarta 41119