Setiap tempat memiliki nilai yang berbeda di sisi Allah. Ada tempat yang dipenuhi rahmat, ketenangan, dan keberkahan. Ada pula tempat yang lebih banyak menjadi arena kelalaian, persaingan dunia, dan godaan. Karena itu, seorang muslim hendaknya mengetahui tempat-tempat yang dicintai Allah agar ia lebih sering mendatanginya.
Rasulullah ﷺ bersabda,
أَحَبُّ البِلَادِ إلى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ البِلَادِ إلى اللهِ أَسْوَاقُهَا
“Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah masjid. Tempat yang paling dibenci oleh Allah adalah pasar.” (HR. Muslim no. 671).
BACA JUGA: Syirik Mengharamkan Syurga dan Menjadikan Neraka Sebagai Tempat Kembali
Mengapa masjid menjadi tempat yang paling dicintai Allah? Karena di sanalah nama Allah senantiasa disebut. Di sana ditegakkan salat berjamaah, dibacakan Al-Qur’an, dipelajari ilmu agama, dipanjatkan doa, dan kaum muslimin berkumpul dalam ketaatan. Masjid adalah pusat pembinaan iman dan tempat hati menemukan ketenangan.
Orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid akan merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dibeli dengan harta. Langkah-langkahnya menuju masjid menjadi penghapus dosa dan pengangkat derajat. Bahkan, Rasulullah ﷺ mengabarkan bahwa salah satu golongan yang mendapat naungan Allah pada hari kiamat adalah orang yang hatinya selalu terpaut dengan masjid.
Sebaliknya, pasar disebut sebagai tempat yang paling dibenci Allah. Bukan karena aktivitas jual belinya haram, sebab berdagang merupakan pekerjaan yang mulia jika dilakukan dengan jujur. Rasulullah ﷺ sendiri pernah berdagang sebelum diangkat menjadi nabi.
Yang menjadikan pasar tercela adalah karena di tempat itulah sering terjadi berbagai bentuk kelalaian. Banyak orang lalai dari mengingat Allah, sibuk mengejar keuntungan dunia, terjadi sumpah palsu, penipuan, riba, kecurangan dalam timbangan, pertengkaran, bahkan berbagai bentuk maksiat lainnya. Oleh sebab itu, pasar menjadi tempat yang rawan bagi keimanan apabila seseorang tidak menjaga dirinya.
Hadis ini bukan berarti seorang muslim harus menjauhi pasar dan meninggalkan pekerjaannya. Islam justru mendorong umatnya untuk bekerja, berdagang, dan mencari rezeki yang halal. Namun, ketika berada di pasar atau pusat-pusat perdagangan, seorang mukmin harus lebih waspada. Ia menjaga lisannya, kejujurannya, akhlaknya, dan tidak melupakan zikir kepada Allah.
BACA JUGA: Berpindah Tempat setelah Shalat Fardhu untuk Menjalankan Shalat Sunnah
Sudah seharusnya kita bertanya kepada diri sendiri, tempat manakah yang lebih sering kita datangi? Apakah langkah kaki kita lebih banyak menuju masjid atau justru lebih banyak dihabiskan untuk urusan dunia semata? Semakin dekat seseorang dengan masjid, semakin besar peluang hatinya untuk hidup dengan keimanan.
Semoga Allah menjadikan hati kita selalu rindu kepada rumah-rumah-Nya, memakmurkan masjid dengan salat, zikir, dan ilmu, serta menjaga kita dari berbagai fitnah yang banyak muncul di tempat-tempat yang melalaikan. Dengan demikian, kita termasuk hamba yang mencintai apa yang dicintai Allah dan menjauhi apa yang dibenci-Nya. []
Ikuti kami selengkapnya di:
WhatsApp: https://chat.whatsapp.com/CmhxXFTpO6t98yYERJBNTB
Instagram: https://www.instagram.com/humayro_media/
YouTube: https://www.youtube.com/@humayromedia
Telegram : https://t.me/pusatstudiislam2
Facebook Fanspage : https://www.facebook.com/profile.php?id=61572918724311

